Seharian Keliling Agam, Bupati Benni Warlis Pantau Perbaikan Jalan dan Jembatan - Sumbar19.com | Mewartakan Dari Penjuru 19 Daerah
arrow_upward

Seharian Keliling Agam, Bupati Benni Warlis Pantau Perbaikan Jalan dan Jembatan

Selasa, 01 September 2026, 22.26 WIB

 

Bupati Agam Benni Warlis meninjau langsung progres pembangunan infrastruktur di sejumlah titik di Kabupaten Agam, Selasa (1/9).

AGAM,  — Sejumlah ruas jalan dan jembatan rusak di Kabupaten Agam mulai mendapat penanganan. Memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana, Bupati Agam Benni Warlis menghabiskan waktunya seharian meninjau langsung progres pembangunan infrastruktur di sejumlah titik, Selasa (1/9).

Peninjauan dilakukan mulai dari pekerjaan pelebaran ruas Jalan Panta sepanjang sekitar 1,7 kilometer. Proyek tersebut mendapat dukungan anggaran lebih dari Rp10,8 miliar.

Bupati kemudian meninjau satu paket pekerjaan yang mencakup tiga ruas jalan di Nagari Kamang Mudiak, Kecamatan Kamang Magek; Nagari Lasi, Kecamatan Canduang; serta Nagari Balai Gurah, Kecamatan Ampek Angkek.

Total panjang tiga ruas jalan tersebut mencapai sekitar 1,3 kilometer dengan nilai anggaran lebih dari Rp2,4 miliar.

“Untuk ruas jalan di Lasi dan Balai Gurah sudah rampung dikerjakan, sedangkan dua ruas lainnya masih dalam tahap pengerjaan,” ujar Benni.

Tak hanya jalan, orang nomor satu di Kabupaten Agam itu juga mengecek langsung pembangunan sejumlah jembatan yang menjadi akses penting bagi masyarakat.

Di antaranya pembangunan Jembatan Tigo Kampuang di Nagari Canduang Koto Laweh, Kecamatan Canduang, dengan anggaran lebih dari Rp599 juta.

Selanjutnya, Jembatan Kasiak di Nagari Bukik Batabuah, Kecamatan Canduang, yang mendapat dukungan anggaran lebih dari Rp3,5 miliar.

Pembangunan sejumlah jalan dan jembatan tersebut bersumber dari tambahan Transfer ke Daerah (TKD).

Bupati juga meninjau pembangunan jembatan di Nagari Balingka, Kecamatan IV Koto, dengan anggaran lebih dari Rp1,1 miliar.

Berbeda dengan pekerjaan sebelumnya, pembangunan jembatan tersebut menggunakan dana sisa Bantuan Keuangan Khusus (BKK) kebencanaan 2025.

Benni menegaskan, pembangunan infrastruktur bukan sekadar memperbaiki fisik jalan maupun jembatan. Lebih dari itu, perbaikan akses merupakan bagian penting dalam memperlancar mobilitas dan menggerakkan perekonomian masyarakat.

“Jalan dan jembatan ini merupakan urat nadi masyarakat. Ketika aksesnya baik, mobilitas menjadi lancar, hasil pertanian lebih mudah dibawa keluar dan aktivitas ekonomi masyarakat juga ikut bergerak,” katanya.

Menurutnya, Pemkab Agam terus berupaya menangani infrastruktur yang rusak secara bertahap dengan menyesuaikan kemampuan anggaran serta tingkat kebutuhan di lapangan.

Ia memastikan ruas jalan dan jembatan yang kondisinya membutuhkan penanganan akan terus menjadi perhatian pemerintah daerah.

“Kita ingin memastikan masyarakat mendapatkan akses transportasi yang layak. Karena itu, satu per satu ruas jalan dan jembatan yang membutuhkan penanganan kita perbaiki,” sebutnya.

Peninjauan lapangan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemkab Agam memastikan anggaran yang telah dialokasikan benar-benar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam membuka akses antarwilayah dan memperlancar aktivitas ekonomi.(bs)