![]() |
| Direktur PNP Revalin Herdianto saat menyambut 2.513 mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 dalam Rapat Senat Terbuka di Gedung PKM PNP, Senin (24/8/2026). |
PADANG — Politeknik Negeri Padang (PNP) tak ingin lulusannya hanya unggul di ruang kelas. Kampus vokasi itu tengah memperkuat berbagai bekal mahasiswa agar ketika memasuki dunia kerja, mereka memiliki “paket lengkap” untuk menghadapi persaingan global.
Pesan itu ditegaskan Direktur PNP Revalin Herdianto saat memberikan sambutan pada Rapat Senat Terbuka penyambutan 2.513 mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 di Gedung PKM PNP, Senin (24/8/2026).
Ia mengatakan tantangan lulusan perguruan tinggi ke depan semakin kompleks. Dunia kerja tidak lagi hanya melihat kemampuan teknis, tetapi juga menilai integritas, kemampuan berkomunikasi, bekerja dalam tim, memimpin, memecahkan masalah serta beradaptasi terhadap perubahan.
“Saudara datang ke Politeknik Negeri Padang bukan hanya untuk mendapatkan ijazah. Saudara datang untuk membangun kompetensi, membentuk karakter, mengembangkan potensi, dan mempersiapkan diri menghadapi dunia yang terus berubah,” ujar Revalin.
Menurut Revalin, prestasi akademik tetap penting, namun tidak cukup menjadi modal menghadapi dunia kerja. Perusahaan dan industri membutuhkan lulusan yang mampu berkomunikasi, bekerja dalam tim, memimpin, berpikir kritis, memecahkan masalah dan beradaptasi.
Karena itu, PNP mendorong mahasiswa aktif mencari pengalaman melalui organisasi, unit kegiatan mahasiswa, kompetisi, olahraga, seni, kewirausahaan, penelitian hingga pengabdian kepada masyarakat.
“Soft skills tidak tumbuh hanya dengan membaca buku. Soft skills tumbuh melalui pengalaman. Karena itu, aktiflah dalam kegiatan mahasiswa,” tegasnya.
PNP juga menanamkan integritas sebagai bagian penting dari profil lulusan. Mahasiswa diminta menjunjung kejujuran, disiplin, tanggung jawab serta mematuhi aturan akademik.
Bagi Revalin, profesionalisme justru terlihat ketika seseorang mampu menjaga sikap meski tidak sedang diawasi.
“Profesionalisme bukan hanya bagaimana Saudara bekerja ketika diawasi, tetapi bagaimana Saudara bersikap ketika tidak ada yang mengawasi,” katanya.
Revalin menyebutkan, perubahan teknologi juga menjadi perhatian PNP dalam menyiapkan mahasiswa. Untuk itu, ia mendorong mahasiswa mengikuti perkembangan artificial intelligence (AI), robotics, Internet of Things, big data, automation, digital twin, cloud computing hingga cybersecurity.
Mahasiswa tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi. Mereka didorong membangun proyek, mengikuti kursus daring, membaca jurnal, mengikuti perkembangan industri dan membangun portofolio.
Pemanfaatan AI juga harus dilakukan secara bertanggung jawab sehingga teknologi menjadi alat untuk meningkatkan kemampuan, bukan menggantikan proses belajar.
“Jadikan diri Saudara sebagai pembelajar sepanjang hayat,” pesannya.
Untuk memperluas daya saing lulusan, PNP juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman internasional.
Mahasiswa didorong mengikuti kelas internasional, English Club, student exchange, magang, proyek internasional maupun kegiatan bersama perguruan tinggi luar negeri.
Kemampuan bahasa asing, prestasi, IPK, jejaring dan informasi beasiswa diminta mulai dipersiapkan sejak dini.
Revalin meminta mahasiswa tidak minder dan tidak membatasi kemampuan diri.
“Jangan mengatakan, ‘Saya tidak mungkin bisa.’ Katakan kepada diri sendiri: ‘Saya belum bisa, tetapi saya akan belajar sampai bisa’,” ujarnya.
Revalin menegaskan PNP akan terus menyediakan fasilitas, dosen, laboratorium, teknologi, jejaring industri dan berbagai peluang pengembangan diri.
Namun, seluruh fasilitas tersebut tidak akan berarti tanpa kemauan mahasiswa untuk mengambil kesempatan dan mengembangkan dirinya.
Karena itu, PNP ingin lulusan yang meninggalkan kampus bukan hanya membawa ijazah, tetapi juga membawa karakter kuat, kompetensi unggul, soft skill, penguasaan teknologi, pengalaman organisasi, kemampuan bahasa asing dan pengalaman internasional.
Itulah “paket lengkap” yang diharapkan menjadi modal lulusan PNP untuk memasuki dunia kerja sekaligus bersaing di tingkat nasional maupun global.
“Berakhlak mulia. Berpikir akademis. Bertindak profesional. Mari kita belajar, bertumbuh, berprestasi, dan membangun masa depan bersama,” ungkap Revalin.
Dengan strategi tersebut, PNP menargetkan lulusan yang keluar dari kampus bukan sekadar membawa ijazah, tetapi memiliki paket kompetensi yang lebih lengkap: karakter kuat, keterampilan teknis, soft skill, penguasaan teknologi, pengalaman organisasi, kemampuan bahasa asing serta pengalaman internasional.
"Kita ingin memastikan lulusannya tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu beradaptasi, berinovasi dan mengambil peluang di tengah persaingan global yang semakin terbuka," pungkasnya.(bs)
