![]() |
| Pembukaan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Politeknik Negeri Padang (PNP) Tahun Akademik 2026/2027 di Gedung Pusat Kreativitas Mahasiswa (PKM) PNP, Selasa (18/8). |
PADANG, — Politeknik Negeri Padang (PNP) mulai memperluas langkah dalam menyiapkan mahasiswa menjadi talenta berdaya saing global. Tak hanya melalui pembekalan bahasa dan soft skill, PNP kini membuka jalur pendidikan internasional yang memungkinkan mahasiswa memperoleh pengalaman kuliah hingga bekerja di luar negeri.
Direktur PNP Revalin Herdianto mengatakan, kerjasama dengan Pemko Padamh salah satu program yang mulai berjalan tahun ini adalah pengiriman 14 mahasiswa Program Studi D4 Elektronika untuk mengikuti program joint double degree dengan perguruan tinggi mitra di Guangdong, China Selatan.
Skema pendidikan tersebut dirancang dalam pola 2+2 maupun 1+2+1. Mahasiswa akan menjalani satu tahun pendidikan di PNP, kemudian dua tahun di perguruan tinggi mitra di Guangdong. Pada tahun terakhir, mahasiswa dapat menjalani magang di China, kembali ke Indonesia untuk menyelesaikan tugas akhir, atau mengikuti magang di perusahaan China yang beroperasi di Indonesia.
“Yang sudah mulai berjalan adalah mengirim 14 orang mahasiswa di Program Studi Elektronika D4 untuk program pola 2+2 maupun 1+2+1,” ujar Revalin usai pembukaan PKKMB PNP 2026 di Gedung PKM PNP, Selasa (18/8).
Menariknya, program tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh dua ijazah, masing-masing dari PNP dan perguruan tinggi mitra di Guangdong.
Menurut Revalin, kerja sama internasional tersebut tidak akan berhenti di China. PNP tengah menyiapkan perluasan kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di China dan Taiwan.
PNP juga telah memiliki pengalaman mengirim mahasiswa ke Taiwan. Tahun lalu mahasiswa PNP diberangkatkan ke Taiwan dan tahun ini kembali disiapkan keberangkatan untuk batch kedua.
Bahkan, kerja sama tersebut mulai menunjukkan hasil nyata. Revalin mengungkapkan, sejumlah mahasiswa PNP yang sebelumnya dikirim ke Taiwan setelah menyelesaikan studi justru langsung mendapatkan tawaran kontrak kerja.
“Anak yang kita kirim tahun lalu itu sudah tamat kuliahnya di perguruan tinggi di Taiwan. Langsung ditawari kontrak dua tahun, ada enam orang, dari sipil, mesin, elektro,” ungkapnya.
Pengalaman tersebut, menurut Revalin, menjadi praktik baik yang harus diperluas. PNP ingin mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman akademik di luar negeri, tetapi juga memiliki peluang untuk magang, bekerja, bahkan membangun karier internasional.
Karena itu, konsep Talenta Global yang diperkenalkan dalam PKKMB PNP 2026 bukan sekadar program seremonial. Mahasiswa mulai dipersiapkan sejak awal melalui seleksi dan pembinaan yang terarah.
“Kalau dulu begitu ada program, kita seleksi, cari bakat. Kadang-kadang tidak semua bisa kita penuhi dengan baik. Nah, ini kita siapkan dari awal,” jelasnya.
Mahasiswa yang masuk dalam ekosistem Talenta Global akan dibekali berbagai kemampuan sesuai kebutuhan. Mulai dari bahasa Inggris, kemungkinan bahasa Mandarin dan Jepang, kemampuan akademik, kepemimpinan, hingga soft skill.
Pembekalan itu dinilai penting agar mahasiswa mampu beradaptasi dengan cepat ketika berada di lingkungan pendidikan maupun dunia kerja internasional.
“Sehingga mereka mampu dengan cepat beradaptasi di lingkungan yang baru. Dan kalau kata Pak Wali Kota Padang tadi, bisa menjadi pemimpin juga di sana, bisa jadi ketua timnya,” katanya.
Selain membuka akses pendidikan dan karier internasional, PNP juga mendorong mahasiswa memperkenalkan karya mereka langsung kepada masyarakat.
Salah satunya melalui pemanfaatan Gedung Youth Center yang berlokasi di Jalan Bagindo Aziz Chan yang mulai digunakan pada semester ganjil lalu sebagai bagian dari Pekan Kreativitas Mahasiswa PNP.
Revalin mengatakan, selama ini kegiatan kreativitas mahasiswa cenderung terpusat di lingkungan kampus. Ke depan, PNP ingin mahasiswa berani membawa karya dan kemampuan mereka keluar kampus.
“Kalau untuk di sini sudah cukup. Kenapa tidak kita coba keluar? Kita ingin juga dikenal oleh masyarakat di luar, apa yang dilakukan oleh mahasiswa PNP, mahasiswa kita mampunya apa,” ujarnya.
Dengan dukungan Pemerintah Kota Padang melalui Dinas terkait, mahasiswa PNP kemudian membawa berbagai produk dan aktivitas mereka ke ruang publik.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menampilkan beragam karya sekaligus memberikan coaching kepada masyarakat, di antaranya bidang animasi, robotik dan broadcasting.
Menurut Revalin, langkah tersebut bukan hanya bertujuan memamerkan karya mahasiswa, tetapi juga memperlihatkan kontribusi nyata PNP kepada masyarakat.
“Selain mengenalkan kegiatan mahasiswa, kita ingin menunjukkan apa yang mahasiswa bisa berikan kepada masyarakat,” katanya.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari ekosistem yang ingin dibangun PNP: mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi memiliki pengalaman, kemampuan beradaptasi, keberanian tampil, serta kesiapan bersaing di tingkat nasional maupun global.
Revalin menegaskan, semakin luas kerja sama PNP dengan perguruan tinggi dan industri luar negeri, semakin besar pula kesempatan mahasiswa untuk belajar, kuliah, magang hingga bekerja di lingkungan internasional.
Karena itu, PNP memilih menyiapkan talenta tersebut sejak mahasiswa memasuki kampus, sehingga ketika peluang global datang, kampus tidak lagi sibuk mencari calon, tetapi telah memiliki mahasiswa yang siap diberangkatkan dan dikembangkan.(bs)
.jpg)