![]() |
| Pembukaan PKKMB PNP 2026 di Gedung PKM PNP, Selasa (18/8) |
PADANG, — Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Politeknik Negeri Padang (PNP) tahun 2026 tidak sekadar menjadi ajang mengenalkan lingkungan kampus kepada mahasiswa baru.
Lebih dari itu, PNP membekali mahasiswa dengan pengetahuan untuk menghadapi berbagai persoalan nonakademik sekaligus menyiapkan mereka menjadi talenta yang mampu bersaing di tingkat global.
Direktur PNP Revalin Herdianto mengatakan, rangkaian PKKMB dirancang dengan menghadirkan berbagai tokoh dan narasumber dari beragam bidang. Mulai dari kepala daerah, camat, KAN, BNN, hingga psikolog dan mitra PNP lainnya.
Menurutnya, materi tersebut penting karena tidak seluruh mahasiswa baru berasal dari Kota Padang. Sebagian di antaranya merupakan mahasiswa yang untuk pertama kalinya tinggal di kota dan harus beradaptasi dengan lingkungan baru.
“Banyak yang mungkin baru pertama kali tinggal di Kota Padang, belum mengenal lalu lintas, lingkungan, termasuk bahaya yang mengancam seperti narkoba, kecanduan, masalah kesehatan mental dan sebagainya. Ini perlu kita bekali dari awal,” ujar Revalin usai pembukaan PKKMB PNP 2026 di Gedung PKM PNP, Selasa (18/8).
PKKMB akan dilaksanakan dari 15 Agustus sampai 24 Agustus 2026. Selain di kampus utama ini, PKKMB juga diikuti oleh Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) yang ada di Pelalawan Riau, Tanahdatar dan Solok Selatan.
Pembukaan PKKMB yang diikuti 2.513 mahasiswa baru PNP tersebut ditandai dengan pemukulan gendang tabuh oleh Direktur PNP Revalin Herdianto, bersama Wali Kota Padang Fadly Amran, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Yopi Krislova, Kepala Cabang Utama Bank Nagari Hardi Putra, Ketua Senat PNP Zulhendri, jajaran Wakil Direktur PNP dan tamu penting lainnya.Kemudian dilanjutkan dengan pemasangan cocarde dua orang perwakilan mahasiswa oleh Wali Kota Padang Fadly Amran.
Direktur PNP Revalin Herdianto menilai, kesuksesan mahasiswa tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik. Banyak persoalan akademik justru berawal dari persoalan di luar akademik yang tidak tertangani sejak awal.
Karena itu, PNP berupaya membangun kesadaran mahasiswa sejak memasuki dunia perguruan tinggi. Pembekalan mengenai keselamatan berlalu lintas, lingkungan sosial, bahaya narkoba hingga kesehatan mental menjadi bagian penting dari upaya tersebut.
“Semua aspek ini mesti kita kawal. Kita ingin menimbulkan awareness, pengetahuan awal, supaya mahasiswa sadar bahwa yang akan mereka hadapi memang dunia akademik. Tetapi kita punya banyak contoh bahwa kegagalan akademik berawal dari masalah nonakademik,” katanya.
Perhatian terhadap kesehatan mental mahasiswa juga menjadi salah satu fokus PNP. Revalin menyebut kampus telah melakukan berbagai pelatihan sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem pendampingan mahasiswa.
Selain pembekalan kehidupan kampus, PKKMB PNP 2026 juga diberi warna khusus melalui program Talenta Global. Program ini disiapkan untuk mendukung visi PNP dalam membangun lulusan yang memiliki daya saing global.
Revalin mengatakan, mahasiswa tidak boleh baru dipersiapkan ketika peluang kerja sama internasional atau program pengembangan talenta sudah tersedia. PNP ingin memastikan talenta-talenta terbaik telah disiapkan sejak awal.
“Jangan santai nanti begitu ada program, kita baru sibuk mencari calon atau talenta. Nah, ini sudah kita siapkan,” ujarnya.
Untuk tahap awal, PNP telah menyeleksi mahasiswa dari enam program studi. Bahkan, menurut Revalin, terdapat mahasiswa yang memiliki kemampuan bahasa Inggris dengan skor lebih dari 800.
Program Talenta Global tersebut nantinya diarahkan untuk menciptakan ekosistem yang memungkinkan mahasiswa mengembangkan bakat dalam suasana kompetitif sekaligus mendapatkan penghargaan atas prestasinya.
Berbagai bentuk insentif disiapkan, mulai dari dukungan mengikuti seminar di luar negeri, pelatihan, pengembangan kepribadian dan soft skill hingga beasiswa dalam bentuk program pengembangan kompetensi.
“Usaha yang keras juga kita berikan reward yang sepadan dengan itu,” tegasnya.
Dengan skema tersebut, PNP berharap tidak lagi membutuhkan waktu panjang ketika muncul program unggulan atau peluang kerja sama baru. Talenta yang dibutuhkan sudah tersedia dan siap dikembangkan sesuai kebutuhan.
“Begitu kita punya program-program unggulan, biasanya kita tidak butuh waktu yang lama untuk menyiapkan ini. Sudah tersedia, tinggal mau diambil ke mana, mau dikirim ke mana anak-anak ini,” pungkas Revalin.(bs)
.jpg)