PNP Tinggalkan Cara Lama Promosi Kampus, Sasar Gen Z Lewat Robotik, Animasi hingga Podcast - Sumbar19.com | Mewartakan Dari Penjuru 19 Daerah
arrow_upward

PNP Tinggalkan Cara Lama Promosi Kampus, Sasar Gen Z Lewat Robotik, Animasi hingga Podcast

Selasa, 18 Agustus 2026, 18.03 WIB
Direktur PNP Revalin Herdianto poto bersama jajaran Wakil Direktur PNP, Ketua Senat PNP Zulhendri, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Yopi Krislova sebelum pembukaan PKKMB PNP, Selasa (18/8)

PADANG, — Politeknik Negeri Padang (PNP) mulai meninggalkan pola promosi kampus dengan cara konvensional yang dinilai kurang efektif menjangkau generasi muda. Kini, PNP memilih strategi yang lebih interaktif dengan membawa karya mahasiswa langsung ke tengah masyarakat.

Direktur PNP Revalin Herdianto mengatakan, inovasi tersebut mulai diterapkan pada semester ganjil lalu melalui kegiatan yang menjadi bagian dari pembinaan kreativitas mahasiswa.

Jika sebelumnya kegiatan mahasiswa lebih banyak dipusatkan di lingkungan kampus, kini PNP mendorong mahasiswa keluar kampus dan berinteraksi langsung dengan masyarakat.

“Biasanya kan PKM itu satu minggu hanya beraktivitas di sini, di Gedung PKM dan sekitar kampus. Sekarang saya sampaikan kepada mahasiswa, rasanya kalau untuk di sini sudah cukup. Kenapa tidak kita coba keluar?” ujar Revalin usai pembukaan PKKMB PNP 2026 di Gedung PKM PNP, Selasa (18/8).

Melalui fasilitasi Pemerintah Kota Padang, kegiatan tersebut kemudian dibawa ke ruang publik dengan menampilkan berbagai produk dan aktivitas mahasiswa di Gedung Youth Center yang berlokasi di Jalan Bagindo Aziz Chan. Tidak hanya pameran, mahasiswa juga memberikan coaching dan demonstrasi di bidang yang menjadi kekuatan PNP, seperti animasi, robotik hingga broadcasting.

Menurut Revalin, pendekatan tersebut memiliki dua tujuan sekaligus. Pertama, memperkenalkan kemampuan mahasiswa PNP kepada masyarakat. Kedua, menumbuhkan ketertarikan anak-anak terhadap bidang vokasi sejak usia dini.

“Ketika anak sekolah datang, mungkin mulai dari SD, dia tertarik ke bidang robotik, animasi dan sebagainya. Kita ingin yang ada di ingatan mereka itu kalau mau kuliah di bidang itu ya di PNP. PNP punya itu,” katanya.

Revalin menilai pola promosi dengan sekadar datang ke sekolah, mengumpulkan siswa di aula lalu melakukan presentasi sudah kurang relevan untuk generasi sekarang.

Selain dinilai kurang cost-effective, tingkat retensi informasi dari metode tersebut juga relatif rendah.

“Barangkali kita masuk ke sekolah, kumpulkan di aula, kita presentasi. Mungkin kita keluar ruangan, mereka juga sudah lupa,” ujarnya.

Karena itu, PNP memilih pendekatan berbasis pengalaman dan interaksi. Anak-anak tidak hanya mendengar penjelasan tentang kampus, tetapi dapat melihat langsung teknologi, mencoba aktivitas, berinteraksi dengan mahasiswa dan mengenal bidang yang diminatinya.

Strategi tersebut juga diperkuat dengan pemanfaatan media sosial, podcast dan berbagai platform digital yang dekat dengan kehidupan Gen Z.

“Ini yang sekarang metode sosialisasi dan promosi yang harus kita lakukan ke Gen Z, karena mereka memang sudah melek media itu dari kecil,” jelas Revalin.

Sinergi dengan Program Padang Juara

Menurut Revalin, inovasi tersebut juga memiliki irisan dengan program pendidikan dan pembinaan generasi muda yang dikembangkan Pemerintah Kota Padang melalui Padang Juara.

Ia menilai, kolaborasi PNP dan Pemko Padang dapat menjadi peluang untuk membina talenta-talenta muda sejak bangku sekolah.

“Ini merupakan upaya kita juga untuk mendukung program Padang Juara dalam bentuk pendidikan, dalam bentuk pembinaan generasi muda,” katanya.

Melalui pola tersebut, talenta siswa tidak hanya dicari ketika mereka sudah memasuki perguruan tinggi. Potensi mereka dapat mulai dikenali dan dikembangkan sejak sekolah.

PNP ingin menciptakan iklim yang kompetitif sehingga siswa memiliki motivasi untuk menjadi yang terbaik dan mendapatkan kesempatan mengikuti berbagai program pengembangan.

“Talenta-talenta yang ada di Kota Padang ini dibina dari awal dari sekolah, kita berikan kesempatan, kita berikan iklim yang kompetitif supaya mereka tumbuh dan berkembang,” ujarnya.

Revalin menyebut sistem tersebut akan memberikan peluang bagi PNP untuk mendapatkan mahasiswa dengan talenta terbaik melalui mekanisme yang merit-based.

Semakin banyak siswa mengetahui program dan peluang yang tersedia, menurutnya, semakin tinggi pula minat dan kompetisi untuk mengikutinya.

“Dengan demikian, kita punya kesempatan untuk memperoleh talenta-talenta yang lebih baik, karena disaring melalui sistem kompetisi yang merit-based. Yang terbaik yang lulus di sini,” katanya.

Menariknya, Revalin mengungkapkan sudah ada siswa kelas XII yang telah diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur SNBP, tetapi tetap menunjukkan ketertarikan terhadap program yang ditawarkan PNP.

“Sebagai informasi, ada siswa kelas XII yang sudah diterima di PTN dari jalur SNBP. Ternyata dia tertarik untuk ikut program PNP, cuma karena bidangnya tidak cocok, dia tidak jadi,” ungkapnya.

Bagi Revalin, fenomena tersebut menjadi indikator bahwa program yang ditawarkan PNP mulai memiliki nilai tambah di mata calon mahasiswa.

Karena itu, ia mendorong PNP bersama Pemko Padang untuk mengkapitalisasi peluang tersebut dengan memperluas pengenalan program kepada masyarakat.

“Semakin banyak masyarakat tahu, semakin banyak yang berminat, iklim semakin kompetitif. Artinya program ini akan memperoleh bakat-bakat yang memang terbaik,” pungkasnya.(bs)