![]() |
| International Conference on Applied Science, Information and Technology (ICo-ASCNITech) 2026 digelar secara Hybrid di Gedung C Lantai 2 PNP, Rabu (26/8). |
PADANG — Politeknik Negeri Padang (PNP) mendorong International Conference on Applied Science, Information and Technology (ICo-ASCNITech) 2026 tidak berhenti sebagai ajang publikasi penelitian. Konferensi internasional tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi dosen dan peneliti untuk membangun kolaborasi riset dengan mitra dari berbagai negara.
Direktur PNP Revalin Herdianto mengatakan, sebanyak 86 peserta hadir dalam ICo-ASCNITech 2026. Jumlah itu menunjukkan tingginya partisipasi peneliti, termasuk dari luar negeri.
Menurut Revalin, banyaknya peserta dari internal PNP juga didorong kebijakan kampus yang mewajibkan dosen mempublikasikan hasil penelitian melalui konferensi tersebut.
“Kita punya kebijakan internal. Dosen-dosen kita yang melakukan penelitian kita wajibkan (compulsory) untuk mempublikasikan hasil pekerjaannya di konferensi ini. Sehingga banyak dosen kita yang publish di sini,” kata Revalin usai membuka ICo- ASCNITech 2026 digelar secara Hybrid di Gedung C Lantai 2 PNP, Rabu (26/8).
Namun, bagi PNP, publikasi bukan tujuan akhir.
Revalin ingin hasil penelitian yang dipresentasikan dalam konferensi menjadi bahan untuk saling belajar. Ketika ditemukan kesamaan bidang atau peluang pengembangan penelitian, komunikasi antarpeneliti diharapkan berlanjut menjadi kerja sama.
“Dosen kita publish pekerjaannya, kemudian kawan-kawan dari Politeknik Ibrahim Sultan dan tempat lain juga belajar dari peserta kita. Kalau ada yang cocok, nanti dibuat kolaborasi,” ujarnya.
Ia mengakui membangun kerja sama riset lintas negara membutuhkan proses dan tidak mudah. Meski begitu, PNP mulai menunjukkan hasil dari upaya tersebut.
Selain dengan Malaysia, PNP telah membangun kolaborasi penelitian dengan institusi di Filipina.
“Memang tidak mudah untuk membuat research collaboration lintas negara. Tapi kita sudah coba dan berjalan. Selain dengan Malaysia, kita juga ada research collaboration dengan Filipina. Kita banyak international collaboration sekarang,” katanya.
Tujuh Kali Digelar, Kerja Sama PNP-PIS Makin Kuat
ICo-ASCNITech juga menjadi bukti keberlanjutan kerja sama PNP dengan Politeknik Ibrahim Sultan (PIS), Johor, Malaysia.
Konferensi tersebut digelar secara bergantian di Padang dan Johor. Tahun ini, Padang kembali menjadi tuan rumah sekaligus menandai penyelenggaraan ketujuh.
Bagi Revalin, keberlanjutan joint conference hingga tujuh kali menunjukkan kerja sama kedua institusi tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi diwujudkan dalam kegiatan yang berkelanjutan.
“Ini bermakna semakin mempererat kerja sama kita, kemudian semakin memperluas aspek kerja sama. Ini adalah bentuk yang nyata dari kerja sama itu. Kita bisa membuat joint conference,” ujarnya.
Menurutnya, mempertahankan konferensi internasional bersama bukan pekerjaan mudah. Karena itu, PNP dan PIS akan terus meningkatkan kualitas ICo-ASCNITech agar mampu menjangkau lebih banyak peneliti dari berbagai negara.
Salah satu target utama adalah meningkatkan kualitas prosiding hingga dapat terindeks.
“Kita akan tingkatkan kualitas proceeding. Kita berharap proceeding kita terindeks supaya konferensi ini lebih memiliki daya tarik yang lebih besar, sehingga lebih banyak menarik minat dari banyak negara,” katanya.
Riset Sekaligus Promosi Padang
Bagi PNP, kedatangan peserta internasional ke Padang juga menjadi kesempatan memperkenalkan Sumatera Barat.
Peserta konferensi tidak hanya mengikuti agenda akademik, tetapi juga diperkenalkan dengan kuliner, destinasi wisata dan budaya Minangkabau.
“Kita selalu manfaatkan event conference ini sebagai host untuk memperkenalkan the beauty of Padang kepada visitors dan participants,” ujar Revalin.
Ia menyebut kuliner dan pariwisata bukan inti konferensi. Fokus utama tetap pada riset dan pertukaran pengetahuan. Namun, pengalaman peserta selama berada di Padang menjadi nilai tambah yang tidak kalah penting.
“Conference is the core of the business, but then culinary, tourism and visit is like bonus. Tapi ini penting,” tutur Revalin.
Dengan konsep tersebut, ICo-ASCNITech diharapkan tidak hanya menghasilkan publikasi penelitian, tetapi juga melahirkan jejaring baru, kolaborasi lintas negara, serta semakin memperkenalkan PNP dan Sumatera Barat di lingkungan akademik internasional. (bs)
