![]() |
| Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meninjau penanganan korban banjir bandang di RSUD Arosuka, Koto Gaek Guguak, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Jumat (25/9/2026). |
Antisipasi Penyakit Pascabanjir, Nakes Diminta Aktif Pantau Pengungsian
Arosuka, — Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meminta tenaga kesehatan RSUD Arosuka, Kabupaten Solok, memastikan korban banjir bandang mendapatkan penanganan medis hingga pulih. Selain itu, tenaga kesehatan diminta mengantisipasi berbagai penyakit yang berpotensi muncul setelah bencana.
Hal tersebut disampaikan Gibran saat meninjau penanganan korban banjir bandang di RSUD Arosuka, Koto Gaek Guguak, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Jumat (25/9/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Wapres menekankan pentingnya layanan kesehatan yang cepat, terkoordinasi dan mampu menjangkau seluruh masyarakat terdampak selama masa tanggap darurat.
“Saya ingin Bapak Ibu mendapat perawatan terbaik. Pemerintah memastikan kebutuhan medis terpenuhi, termasuk apabila ada pasien membutuhkan penanganan atau rujukan lanjut. Semoga Bapak Ibu segera pulih dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga,” ujar Gibran.
Selain menangani korban luka, Gibran meminta tenaga kesehatan mengantisipasi penyakit pascabanjir, seperti diare, penyakit kulit, demam berdarah dengue (DBD) dan infeksi luka.
Menurutnya, langkah antisipasi perlu dilakukan dengan memastikan ketersediaan obat-obatan, memberikan vitamin kepada warga serta memperkuat pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian.
“Antisipasi penyakit pascabanjir, diare, penyakit kulit, DBD, infeksi luka, dan lain-lain. Saya harap pihak rumah sakit siapkan persediaan obat, berikan vitamin ke warga di posko pengungsian untuk perkuat imun,” pintanya.
Layanan Kesehatan Harus Jemput Bola
Gibran menegaskan pelayanan kesehatan tidak boleh hanya diberikan kepada masyarakat yang datang ke rumah sakit. Tenaga kesehatan juga diminta secara aktif mendatangi warga di posko maupun lokasi pengungsian mandiri.
Perhatian khusus, kata dia, perlu diberikan kepada kelompok rentan, seperti ibu hamil, lansia, penyandang disabilitas dan anak-anak yang membutuhkan pemantauan serta pendampingan lebih lanjut.
“Prioritas kelompok rentan, tidak hanya yang datang ke RS tapi juga yang berada di pengungsian. Pantau secara berkala, datang kunjungan ke posko dan pengungsian mandiri,” tegasnya.
Dalam kunjungan tersebut, Wapres juga berdialog dengan salah seorang pasien yang mengalami cedera pada pergelangan tangan akibat bencana.
Berdasarkan penjelasan dokter, pasien mengalami patah pergelangan tangan dan telah menjalani tindakan reposisi. Gibran kemudian mendoakan agar pasien segera pulih serta memastikan pelayanan medis yang diterimanya berjalan baik.
“Cepat sembuh, ya, Bu. Nanti ada keluhan apa, konsultasi ke rumah sakit, sini, ya. Semua terlayani dengan baik, kan, Bu?” ujar Gibran.
“Alhamdulillah,” jawab pasien.
Kunjungan tersebut menegaskan pentingnya layanan kesehatan menjadi bagian integral dalam penanganan darurat bencana. Pemerintah pusat dan daerah bersama tenaga kesehatan terus memperkuat koordinasi agar kebutuhan medis masyarakat terdampak dapat terpenuhi, tidak hanya selama masa tanggap darurat tetapi hingga memasuki tahap pemulihan. (rls/bs)
