Menteri PU Targetkan Jalan Lembah Anai Rampung Juli 2026, Lebaran Dibuka 24 Jam - Sumbar19.com | Mewartakan Dari Penjuru 19 Daerah
arrow_upward

Menteri PU Targetkan Jalan Lembah Anai Rampung Juli 2026, Lebaran Dibuka 24 Jam

Rabu, 28 Januari 2026, 19.53 WIB

 

Menteri Pekerjaan Umum (PU) RI Dody Hanggodo saat meninjau  pengerjaan jalan Lembah Anai 

Tanah Datar — Menteri Pekerjaan Umum (PU) RI Dody Hanggodo menegaskan percepatan pengerjaan jalan arteri Lembah Anai di Kabupaten Tanah Datar dengan target penyelesaian pada Juli 2026. Jalur vital penghubung Padang–Bukittinggi itu kini terus dikebut agar segera kembali normal pascabencana.

Hal tersebut disampaikan Menteri PU saat meninjau langsung progres pengerjaan bersama Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, dan Bupati Tanah Datar Eka Putra, Rabu (28/1/2026).

“Kita kebut pengerjaannya dan target kita Juli 2026 sudah selesai. Saat ini jalan dibuka dengan sistem buka-tutup, mulai pukul 17.00 sampai 08.00 WIB. Namun saat Lebaran nanti akan kita buka penuh, minimal dari H-7 sampai H+7,” ujar Dody Hanggodo.

Menurutnya, jalur Lembah Anai merupakan urat nadi perekonomian Sumatera Barat. Karena itu, pemerintah pusat juga mendorong percepatan pembangunan Jalan Tol Sicincin–Bukittinggi sebagai jalur alternatif jika terjadi bencana di kemudian hari.

“Kalau jalan ini terputus, otomatis aktivitas ekonomi masyarakat ikut terganggu. Maka pembangunan tol Sicincin–Bukittinggi harus kita percepat agar ada jalur cadangan jika terjadi kondisi darurat seperti sekarang,” tegasnya.

Usai meninjau Lembah Anai, Menteri PU dan rombongan melanjutkan kunjungan ke kawasan Pasar Koto Baru, Kecamatan X Koto. Peninjauan ini terkait usulan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar untuk pembangunan jalan alternatif guna mengurai kemacetan yang telah berlangsung bertahun-tahun di kawasan tersebut.

Bupati Tanah Datar Eka Putra menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kunjungan langsung Menteri PU ke daerahnya. Ia berharap dukungan pemerintah pusat dapat mempercepat penyelesaian persoalan infrastruktur di Tanah Datar.

“Saat ini Pemda sudah membuka jalan alternatif, namun lebarnya baru sekitar 2,5 meter. Kita usulkan kepada Pak Menteri agar jalan ini bisa diperlebar sehingga benar-benar bisa dimanfaatkan untuk mengurai kemacetan di Pasar Koto Baru,” ungkap Eka Putra.

Ia menambahkan, peningkatan kualitas infrastruktur jalan sangat dibutuhkan untuk menunjang kelancaran transportasi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (bs/rls)