Batam — Politeknik Negeri Padang (PNP) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat link and match antara pendidikan vokasi dan dunia industri dengan menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) bersama Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) DPC Kota Batam, pada Jumat, 23 Januari 2026, di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.
Kerja sama ini menjadi langkah strategis PNP dalam memperluas jejaring kemitraan industri, khususnya di sektor freight forwarding, logistik, dan rantai pasok (supply chain), yang merupakan salah satu sektor vital dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dan perdagangan internasional.
Penandatanganan MoU ini sekaligus mempertegas peran PNP sebagai perguruan tinggi vokasi yang terus berupaya menghadirkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Melalui kolaborasi dengan asosiasi profesi seperti ALFI, PNP berharap proses pembelajaran tidak hanya berbasis teori, tetapi juga selaras dengan praktik terbaik yang berlaku di lapangan.
Direktur Politeknik Negeri Padang, Ir. Revalin Herdianto, PhD, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kerja sama dengan ALFI DPC Kota Batam memiliki nilai strategis dalam pengembangan kompetensi mahasiswa serta peningkatan kualitas lulusan.
“Sektor logistik berkembang sangat cepat dan menuntut SDM yang profesional, adaptif, serta memiliki sertifikasi kompetensi. Kolaborasi dengan ALFI memungkinkan kami untuk terus menyesuaikan kurikulum, memperkuat program pelatihan, serta membuka akses sertifikasi dan magang industri bagi mahasiswa,” ujar Revalin.
![]() |
| Kolaborasi vokasi dan industri. PNP menjalin kerja sama dengan ALFI DPC Kota Batam untuk memperkuat SDM logistik yang siap kerja dan berdaya saing global. |
Sementara itu, Ketua ALFI DPC Kota Batam, Yasser Hadeka Daniel, menyampaikan apresiasi atas inisiatif PNP dalam membangun kemitraan dengan asosiasi logistik, khususnya di wilayah strategis seperti Batam.
“Kami menyambut baik kerja sama ini karena kebutuhan industri terhadap tenaga kerja terampil di bidang logistik dan freight forwarding terus meningkat. Melalui kolaborasi dengan PNP, kami berharap dapat ikut berperan dalam menyiapkan SDM yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga memahami standar industri dan dinamika bisnis logistik global,” ungkap Yasser.
Ia juga menambahkan bahwa ALFI DPC Kota Batam siap mendorong partisipasi perusahaan-perusahaan anggota dalam mendukung program magang, pelatihan, hingga sertifikasi kompetensi bagi mahasiswa PNP, sehingga mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dari dunia industri.
Ruang lingkup kerja sama yang disepakati dalam MoU ini meliputi pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan industri, pelaksanaan program pelatihan dan workshop, dukungan terhadap sertifikasi profesi, penyediaan kesempatan magang dan praktik kerja lapangan (PKL), serta peluang keterlibatan praktisi industri sebagai dosen tamu di lingkungan PNP.
Batam sebagai salah satu hub logistik dan perdagangan internasional dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung penguatan kompetensi mahasiswa vokasi yang siap terjun ke dunia kerja. Melalui sinergi antara institusi pendidikan dan asosiasi industri, diharapkan lulusan PNP tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga pemahaman mendalam tentang standar operasional, regulasi, serta dinamika sektor logistik yang terus berkembang, baik di tingkat nasional maupun global.
PNP menargetkan agar kerja sama ini dapat segera ditindaklanjuti melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) di tingkat program studi, sehingga implementasi kegiatan seperti magang industri, sertifikasi kompetensi, kuliah tamu, serta kolaborasi riset terapan dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.
Dengan terjalinnya MoU ini, Politeknik Negeri Padang berharap dapat terus berkontribusi dalam mencetak lulusan yang siap kerja, berdaya saing tinggi, dan mampu menjawab tantangan industri logistik modern, sekaligus mendukung agenda nasional dalam penguatan sektor logistik sebagai tulang punggung distribusi dan perdagangan Indonesia.(bs/rel)





