2.500 Jamaah Umrah Asal Sumbar Tertahan di Arab Saudi, Keberangkatan Ditunda - Sumbar19.com | Mewartakan Dari Penjuru 19 Daerah
arrow_upward

2.500 Jamaah Umrah Asal Sumbar Tertahan di Arab Saudi, Keberangkatan Ditunda

Senin, 02 Maret 2026, 21.54 WIB

 

Sekitar 2.500 jamaah umrah asal Sumatera Barat diperkirakan masih tertahan di Arab Saudi menyusul meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

PADANG — Sekitar 2.500 jamaah umrah asal Sumatera Barat diperkirakan masih tertahan di Arab Saudi menyusul meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Pemerintah pun meminta penundaan sementara keberangkatan jamaah umrah dari daerah tersebut.

Pelaksana Tugas Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sumbar, M. Rifki, mengatakan rata-rata 1.000 jamaah diberangkatkan setiap pekan dari provinsi itu.

“Kita perkirakan sekitar 2.500 orang jamaah umrah Sumatera Barat saat ini masih berada di Arab Saudi. Bahkan bisa mencapai 3.000 orang karena ada jamaah musiman,” ujarnya di Kota Padang, Senin (2/3/2026).

Secara nasional, data Kemenhaj RI mencatat sekitar 58 ribu jamaah umrah Indonesia masih tertahan di Kota Makkah dan Madinah, menunggu kepastian jadwal kepulangan ke Tanah Air.

Penundaan keberangkatan dilakukan menyusul meningkatnya ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang turut memengaruhi stabilitas keamanan kawasan Timur Tengah.

“Mulai hari ini sudah tidak diberangkatkan lagi pesawat umrah ke Tanah Suci, mengingat eskalasi politik dan keamanan yang semakin dinamis,” kata Rifki.

Kemenhaj Sumbar juga telah meminta seluruh biro perjalanan (travel) umrah menunda pemberangkatan calon jamaah hingga situasi dinyatakan kondusif.

Sementara itu, Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan kebijakan tersebut merupakan langkah antisipatif pemerintah demi menjamin keselamatan warga negara.

Pemerintah mengimbau calon jamaah yang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat untuk bersabar dan mengikuti perkembangan resmi dari otoritas terkait, sembari menunggu kondisi keamanan di Timur Tengah kembali stabil.(bs/*)