UNAND Tuan Rumah Forum Warek BKS PTN Barat, Perkuat Hilirisasi Riset dan Jejaring Inovasi - Sumbar19.com | Mewartakan Dari Penjuru 19 Daerah
arrow_upward

UNAND Tuan Rumah Forum Warek BKS PTN Barat, Perkuat Hilirisasi Riset dan Jejaring Inovasi

Selasa, 21 Juli 2026, 18.58 WIB

Universitas Andalas (UNAND) menjadi tuan rumah Forum Wakil Rektor Bidang Kerja Sama Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri (BKS PTN) Barat pada 21–22 Juli 2026. 

PADANG– Universitas Andalas (UNAND) menjadi pusat penguatan kolaborasi perguruan tinggi negeri di wilayah barat Indonesia melalui penyelenggaraan Forum Wakil Rektor Bidang Kerja Sama Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri (BKS PTN) Barat pada 21–22 Juli 2026. 

Forum ini tak sekadar menjadi ajang silaturahmi antarpimpinan perguruan tinggi, tetapi juga dirancang untuk mempercepat hilirisasi hasil riset agar mampu menjawab kebutuhan industri dan masyarakat.

Wakil Rektor IV UNAND Bidang Perencanaan, Riset, Inovasi, dan Kerja Sama, Prof. Dr. Henmaidi, S.T., M.Eng.Sc., selaku Ketua Panitia kegiatan tersebut, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang strategis bagi perguruan tinggi untuk memperkuat jejaring, berbagi praktik terbaik, serta merumuskan langkah nyata dalam mengembangkan inovasi yang berdampak.

"Melalui forum ini, kami ingin memperkuat sinergi antaranggota BKS PTN Barat sehingga hasil-hasil riset tidak berhenti di laboratorium, tetapi dapat dihilirisasikan menjadi produk yang bermanfaat bagi masyarakat dan memiliki nilai ekonomi," ujarnya pada kegiatan yang berlangsung di Convention Hall UNAND, Selasa (21/7).

Menurut Henmaidi, rangkaian kegiatan  mulai dari keynote speech mengenai arah kebijakan hilirisasi riset nasional, diskusi eksekutif, hingga sesi berbagi praktik baik dari sejumlah perguruan tinggi anggota BKS PTN Barat. Universitas Andalas juga menampilkan pengalaman hilirisasi riset alat kesehatan yang telah dikembangkan para penelitinya.

Selain itu, peserta diajak mengunjungi fasilitas inovasi Universitas Andalas dan PT Crown Teknologi Indonesia untuk melihat secara langsung proses pengembangan, produksi hingga pengendalian mutu hasil riset yang telah bermitra dengan industri. Kegiatan ini diharapkan memberikan gambaran konkret mengenai pentingnya kolaborasi kampus dan dunia usaha dalam mempercepat komersialisasi inovasi.

Henmaidi berharap forum tersebut menghasilkan tindak lanjut yang nyata, mulai dari lahirnya kerja sama baru antarkampus, penguatan kemitraan dengan industri, hingga percepatan hilirisasi berbagai hasil penelitian. Dengan demikian, perguruan tinggi tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga motor penggerak inovasi yang mampu meningkatkan daya saing bangsa.

Ia menjelaskan, forum ini juga menjadi wadah bagi perguruan tinggi di wilayah barat untuk saling berbagi praktik baik dalam membangun kerja sama dan hilirisasi riset.

"Melalui forum ini kita bisa saling belajar. Setiap perguruan tinggi memiliki pengalaman dan keunggulan yang berbeda, sehingga praktik baik yang telah berhasil dijalankan dapat menjadi inspirasi bagi kampus lainnya," katanya.

Salah satu contoh yang akan dipaparkan dalam forum adalah keberhasilan Universitas Syiah Kuala (USK) di bidang bioteknologi kesehatan. Menurut Henmaidi, kampus tersebut telah menghasilkan sekitar 35 jenis rapid test yang telah memperoleh izin edar dan diproduksi untuk melayani kebutuhan masyarakat, mulai dari alat deteksi malaria, kanker serviks, demam berdarah (DBD), tifus hingga berbagai penyakit tropis lainnya.

Keberhasilan tersebut, lanjutnya, tidak terlepas dari kolaborasi multipihak yang melibatkan berbagai rumah sakit rujukan nasional seperti RSUP Dr. M. Djamil Padang, RSUP Hasan Sadikin Bandung, RSCM Cipto Mangunkusumo, Rumah Sakit Kanker Dharmais, serta mitra industri. Kolaborasi itu diperlukan untuk proses uji klinis, validasi hingga produksi massal sebelum produk dipasarkan.

"Perguruan tinggi tidak bisa berjalan sendiri untuk menghasilkan produk yang siap dipasarkan. Diperlukan sinergi dengan rumah sakit, industri, dan berbagai pihak lainnya. Inilah semangat yang ingin kita bangun melalui Forum BKS PTN Barat, yaitu memperkuat kolaborasi agar semakin banyak hasil riset yang dapat dihilirisasikan menjadi produk yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat," tegas Henmaidi.

Panitia juga menyiapkan kegiatan networking dan kunjungan ke destinasi unggulan Kota Padang sebagai sarana mempererat hubungan antarpeserta sekaligus memperkenalkan potensi daerah kepada para pimpinan perguruan tinggi dari berbagai wilayah di Indonesia.

Selain dihadiri para wakil rektor bidang kerja sama, forum tersebut juga melibatkan para Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) dari anggota BKS PTN Barat. Kehadiran para pimpinan lembaga riset ini diharapkan mampu mempercepat sinergi dalam pengembangan inovasi dan hilirisasi hasil penelitian.(bs)