Payakumbuh – Transformasi digital kini menjadi kebutuhan mendesak dalam dunia penyuluhan pertanian. Menjawab tantangan tersebut, tim dosen Program Studi Agribisnis, Jurusan Bisnis Pertanian, Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (PPNP) menggelar pelatihan dan pendampingan pengembangan media penyuluhan berbasis digital bagi penyuluh pertanian di Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Lima Puluh Kota.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang berlangsung di Kantor Kecamatan Situjuah, Rabu (24/6), diikuti delapan penyuluh dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Situjuah Limo Nagari. Pelatihan ini menjadi bentuk dukungan nyata terhadap program strategis Kementerian Pertanian melalui Kelompencapir (Kelompok Penerima dan Pencari Informasi) Digital.
Program Kelompencapir Digital dirancang untuk memperkuat komunikasi penyuluhan dengan memanfaatkan teknologi informasi sehingga berbagai inovasi pertanian dapat diterima petani lebih cepat, tepat, dan mudah dipahami. Materi yang disebarluaskan mencakup teknologi budidaya, pemupukan, pengendalian organisme pengganggu tanaman hingga berbagai kebijakan pemerintah di bidang pertanian.
Ketua Tim PKM, Sri Nofianti, mengatakan kegiatan tersebut selaras dengan kompetensi utama Program Studi Agribisnis dalam mencetak penyuluh pertanian yang mampu menjadi fasilitator perubahan di tengah masyarakat.
"Program PKM ini bukan sekadar transfer pengetahuan dari kampus kepada masyarakat, tetapi juga menjadi wadah meningkatkan kompetensi mahasiswa sekaligus memperkuat kemitraan dengan para pemangku kepentingan, termasuk Pemerintah Kecamatan Situjuah Limo Nagari," ujarnya.
Tim PKM juga melibatkan Hidayat Raflis, Iis Ismawati, Riva Hendriani, Andrik Marta, Nila Sari, dan Mukhlis. Sejumlah mahasiswa turut dilibatkan agar memperoleh pengalaman langsung dalam mendampingi masyarakat.
Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali keterampilan menyusun naskah dan storyboard video penyuluhan. Setelah mendapatkan materi mengenai pentingnya media digital dalam penyuluhan pertanian, para penyuluh langsung mempraktikkan penyusunan konten dengan tema Pengendalian Hama Terpadu pada Tanaman Cabai, komoditas unggulan yang banyak diusahakan petani di Kecamatan Situjuah.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Para peserta tampak antusias mengikuti sesi praktik dan diskusi karena materi yang diberikan dinilai sangat relevan dengan tuntutan penyuluhan di era digital.
Kemampuan memproduksi media penyuluhan yang menarik dinilai menjadi bekal penting untuk meningkatkan efektivitas penyampaian informasi kepada petani.
![]() |
| Tim dosen Program Studi Agribisnis, Jurusan Bisnis Pertanian, Politeknik Pertanian Payakumbuh melakukan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Kantor Kecamatan Situjuah. |
Sri Nofianti berharap pelatihan ini mampu meningkatkan kapasitas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dalam menghasilkan media penyuluhan yang kreatif, edukatif, dan mudah diakses masyarakat.
"Harapannya, para penyuluh mampu menghasilkan platform penyuluhan yang menarik dan edukatif sehingga petani lebih cepat mengadopsi inovasi pertanian. Pada akhirnya produktivitas usahatani meningkat dan kesejahteraan petani ikut terangkat," katanya.
Kegiatan ini juga menjadi implementasi Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi, khususnya IKU 3 yang mendorong dosen aktif berkegiatan di luar kampus.
Melalui pengabdian ini, dosen tidak hanya mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam mendorong modernisasi sektor pertanian.
Melalui pelatihan ini, para penyuluh diharapkan semakin siap menghadapi era transformasi digital sehingga penyebaran informasi, teknologi, dan inovasi pertanian dapat berlangsung lebih efektif, mempercepat adopsi teknologi oleh petani, serta mendukung peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat tani.(rls/bs)

