UNAND Perluas Kerja Sama dengan Kampus di Tiongkok - Sumbar19.com | Mewartakan Dari Penjuru 19 Daerah
arrow_upward

UNAND Perluas Kerja Sama dengan Kampus di Tiongkok

Jumat, 10 Juli 2026, 17.40 WIB

 

UNAND menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Foshan Polytechnic dan Guangzhou Huashang Vocational College. 

Padang,  — Universitas Andalas (UNAND) terus memperkuat langkah menuju perguruan tinggi bereputasi internasional melalui perluasan kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di Tiongkok. Upaya tersebut diwujudkan melalui kunjungan resmi ke Guangzhou dan Beijing pada 5–10 Juli 2026 bersama Delegasi Pendidikan Pemerintah Kota Padang.

Kunjungan yang dipimpin Wali Kota Padang, Fadly Amran, menghasilkan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah perguruan tinggi di Tiongkok sekaligus membuka peluang kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, mobilitas mahasiswa dan dosen, serta pengembangan pembelajaran berbasis digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

UNAND diwakili Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Syukri Arief, bersama Ketua Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik, Prof. Dr. Eng. Ir. Meifal Rusli, M.T. Delegasi juga diikuti Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang Yopi Krislova, Tim Padang Juara, Staf Khusus Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Dr. Oki Earlivan Sampurno, serta pimpinan sejumlah perguruan tinggi di Kota Padang.

Di Guangzhou, UNAND menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Foshan Polytechnic dan Guangzhou Huashang Vocational College. Kerja sama tersebut meliputi pengembangan pendidikan, penelitian, pelatihan, peningkatan kapasitas dosen dan mahasiswa, serta pelaksanaan berbagai program internasional.

Salah satu program yang menjadi fokus ialah credit earning, yakni skema yang memungkinkan mahasiswa UNAND mengikuti perkuliahan di perguruan tinggi mitra di Tiongkok dengan pengakuan kredit akademik di kampus asal. Pemerintah Kota Padang juga menyiapkan beasiswa bagi 60 mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Kota Padang, termasuk 14 mahasiswa Program Studi Sarjana Teknik Mesin UNAND.

Prof. Syukri Arief mengatakan, kerja sama tersebut merupakan langkah strategis untuk mempercepat internasionalisasi kampus sekaligus meningkatkan daya saing lulusan.

"Internasionalisasi tidak hanya diukur dari banyaknya kerja sama yang terjalin, tetapi sejauh mana kolaborasi tersebut memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa, dosen, dan institusi. Program seperti credit earning akan memperkaya pengalaman akademik mahasiswa dan memperluas wawasan internasional mereka," ujarnya.

Selain penandatanganan kerja sama, delegasi juga mengunjungi laboratorium modern dan kawasan industri di Provinsi Guangdong guna mempelajari keterkaitan pendidikan, riset terapan, dan kebutuhan industri.

Di Beijing, delegasi mengikuti China–Indonesia Education Cooperation Symposium serta mengunjungi Zhongguancun Low-Altitude Airspace Technology Innovation Center, The National Torch Academy of Innovation and Entrepreneurship (NTAIE) Tsinghua University, hingga Northern International Automotive Education School of Advanced Manufacturing and Robotics, Peking University, untuk mempelajari penerapan kecerdasan buatan, inovasi, dan teknologi manufaktur dalam dunia pendidikan.

Menurut Prof. Syukri, hasil kunjungan tersebut diharapkan menjadi fondasi pengembangan kurikulum yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus memperluas jejaring riset internasional UNAND.

"Kami ingin memastikan setiap kemitraan menghasilkan program nyata, mulai dari pertukaran mahasiswa, riset kolaboratif, pengembangan pembelajaran, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Ini merupakan bagian dari komitmen UNAND menghadirkan pendidikan tinggi yang unggul, inovatif, dan berdaya saing internasional," tutupnya. (bs)