Gubernur Mahyeldi Bertakziah ke Rumah Duka Jenderal (Purn) Try Sutrisno di Jakarta, Istri Almarhum Ceritakan Kenangan Manis di Sumbar - Sumbar19.com | Mewartakan Dari Penjuru 19 Daerah
arrow_upward

Gubernur Mahyeldi Bertakziah ke Rumah Duka Jenderal (Purn) Try Sutrisno di Jakarta, Istri Almarhum Ceritakan Kenangan Manis di Sumbar

Senin, 09 Maret 2026, 04.35 WIB
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, melakukan takziah ke rumah duka keluarga Jenderal (Purn) Try Sutrisno di kawasan Menteng, Minggu (8/3/2026).

Jakarta — Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, melakukan takziah ke rumah duka keluarga Jenderal (Purn) Try Sutrisno di kawasan Menteng, Minggu (8/3/2026).

Kehadiran orang nomor satu di Sumbar itu menjadi bentuk penghormatan serta ungkapan belasungkawa atas wafatnya mantan Wakil Presiden Republik Indonesia tersebut.

Dalam kunjungan ke rumah duka di Jalan Purwakarta, Gubernur Mahyeldi menyampaikan doa agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan menghadapi musibah ini.

Mahyeldi mengatakan, almarhum merupakan tokoh nasional yang telah memberikan pengabdian panjang bagi bangsa dan negara, baik saat bertugas di militer maupun ketika menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia.

Menurutnya, almarhum juga memiliki kedekatan tersendiri dengan masyarakat Sumatera Barat. Hal itu karena semasa aktif bertugas, almarhum pernah berinteraksi langsung dengan masyarakat di daerah tersebut dan dikenal sebagai pribadi yang ramah, santun dalam bertutur kata, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap masyarakat.

Turut mendampingi Gubernur dalam kegiatan takziah tersebut Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Sumbar Mursalim serta Kepala Badan Penghubung Sumbar di Jakarta Aschari.

Di rumah duka, Gubernur Mahyeldi diterima langsung oleh istri almarhum, Tuti Sutiawati. Dalam pertemuan yang berlangsung penuh kehangatan dan rasa haru itu, Tuti mengenang sejumlah pengalaman almarhum ketika masih menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat dan melakukan kunjungan ke Sumatera Barat.

Ia menceritakan, kunjungan tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi almarhum. Saat berada di Sumbar, almarhum disambut hangat oleh masyarakat setempat, termasuk para ibu-ibu yang pernah mengenalnya ketika masih menjadi taruna Akademi Militer dan menjalani latihan di daerah tersebut.

Meski peristiwa itu telah berlangsung puluhan tahun sebelumnya, masyarakat masih mengingat sosok almarhum dan menyambutnya dengan penuh rasa kekeluargaan.

Menurut Tuti, hal itu menjadi bukti kuatnya hubungan emosional antara almarhum dengan masyarakat Sumatera Barat. Kehangatan masyarakat Minangkabau yang menjunjung nilai kebersamaan serta falsafah adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah meninggalkan kesan tersendiri bagi almarhum.

Dalam kesempatan itu, Tuti juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Sumatera Barat apabila selama almarhum bertugas dan berinteraksi di daerah tersebut terdapat kekhilafan.

Ia juga menyampaikan pesan yang sering disampaikan almarhum semasa hidup, yakni agar setiap orang berhati-hati dalam berkata serta selalu berusaha berbuat baik kepada siapa pun, karena setiap kebaikan pada akhirnya akan mendapat balasan dari Allah SWT.

Sementara itu, salah seorang pengawal pribadi almarhum, Riko Tanjung, yang turut memandikan jenazah, mengatakan kondisi wajah almarhum terlihat bersih dan tenang.

 Hal itu meninggalkan kesan mendalam bagi mereka yang menyaksikannya, sebagai gambaran ketenangan seorang pribadi yang sepanjang hidupnya dikenal sederhana, santun, dan penuh pengabdian kepada bangsa dan negara.(bs/rls)