Konflik Timur Tengah Memasuki Pekan Kedua, Iran Siap Kerahkan Senjata Lebih Canggih Lawan AS–Israel - Sumbar19.com | Mewartakan Dari Penjuru 19 Daerah
arrow_upward

Konflik Timur Tengah Memasuki Pekan Kedua, Iran Siap Kerahkan Senjata Lebih Canggih Lawan AS–Israel

Minggu, 08 Maret 2026, 20.29 WIB
Asap dan api membubung dari lokasi serangan udara di Bandara Internasional Mehrabad di Teheran, Iran, Sabtu (7/3/2026). dini hari waktu setempat. (ATTA KENARE / AFP)

JAKARTA — Konflik antara Iran dan aliansi Amerika Serikat–Israel terus meningkat dan kini memasuki pekan kedua. Garda Revolusi Iran menyatakan negaranya siap menghadapi perang intensif hingga enam bulan di tengah gelombang serangan yang mengguncang sejumlah negara di Timur Tengah.

Juru bicara Garda Revolusi Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), Ali Mohammad Naini, mengatakan Iran memiliki kemampuan mempertahankan konflik berskala besar dengan intensitas seperti saat ini.

“Iran mampu mempertahankan perang intens hingga enam bulan dengan intensitas pertempuran yang sedang berlangsung,” kata Naini, Minggu (8/3/2026).

Ia menyebut sejauh ini Iran baru menggunakan rudal generasi pertama dan kedua. Dalam beberapa hari ke depan, Teheran disebut akan mengerahkan rudal jarak jauh yang lebih canggih dan jarang digunakan.

Dilansir Agence France-Presse (AFP), ketegangan kawasan semakin meningkat setelah Israel mengumumkan serangan terhadap sejumlah komandan Iran di sebuah hotel tepi laut di pusat Beirut, Lebanon.

Serangan tersebut menjadi bagian dari rangkaian konflik lintas negara yang turut berdampak pada beberapa negara Teluk, termasuk Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, hingga Kuwait.

Arab Saudi melaporkan berhasil mencegat sejumlah drone yang mengarah ke beberapa target, termasuk kawasan diplomatik di ibu kota Riyadh. Sementara itu, Kuwait mengungkapkan serangan drone menghantam tangki bahan bakar di bandara internasional negara tersebut.

Serangan terhadap fasilitas penyimpanan bahan bakar penerbangan di Kuwait memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas pasokan energi global. Situasi itu diperparah setelah perusahaan minyak nasional Kuwait mengumumkan pemangkasan produksi minyak mentah akibat meningkatnya ancaman di Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dan gas dunia.

Di Iran sendiri, pemerintah menuduh Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sebuah depot minyak di ibu kota Teheran pada Sabtu. Serangan tersebut menjadi laporan pertama yang menyasar infrastruktur minyak Iran sejak konflik dimulai.

Militer Israel mengonfirmasi telah menargetkan sejumlah fasilitas penyimpanan bahan bakar di Teheran yang disebut digunakan untuk mendukung operasi militer Iran.

Selain itu, Israel juga melancarkan gelombang serangan baru pada Minggu setelah sebelumnya melakukan serangan presisi terhadap sejumlah “komandan kunci” Pasukan Quds—unit operasi luar negeri IRGC—di sebuah hotel di kawasan wisata pusat Beirut.(*/mb)

Kementerian Kesehatan Lebanon menyatakan sedikitnya empat orang tewas akibat serangan di hotel tersebut.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan negaranya akan melanjutkan operasi militer terhadap Iran dengan kekuatan penuh.

“Kami akan melanjutkan perang ini dengan seluruh kekuatan kami,” kata Netanyahu.

Ia juga disebut memiliki rencana untuk menargetkan kepemimpinan Iran setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pekan lalu menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang memicu konflik regional yang lebih luas di Timur Tengah.