180 Baju Milik Kebanggaan Masyarakat Nagari Padang Magek Menjadi Perhatian Pengunjung Festival Minangkabau - Sumbar19.com | Mewartakan Dari Penjuru 19 Daerah
arrow_upward

180 Baju Milik Kebanggaan Masyarakat Nagari Padang Magek Menjadi Perhatian Pengunjung Festival Minangkabau

Kamis, 25 Juni 2026, 21.44 WIB
 Baju "Milik" yang menjadi kebanggaan masyarakat Nagari Padang Magek Kecamatan Rambatan, , menyita perhatian dan animo pengunjung saat Pembukaan Festifal Minangkabau, Kamis (25/6/2026) di Istano Basa Pagaruyung.

BATUSANGKAR – Ratusan pasang mata tertuju pada iring-iringan perempuan yang mengenakan Baju Milik, busana adat khas Nagari Padang Magek, Kecamatan Rambatan, saat pembukaan Festival Minangkabau 2026 di pelataran Istano Basa Pagaruyung, Kamis (25/6). Sebanyak 180 Baju Milik yang dikenakan serentak menjadi salah satu atraksi paling menyita perhatian pengunjung.

Keunikan busana yang hanya dimiliki masyarakat Nagari Padang Magek itu membuat banyak pengunjung berhenti untuk mengabadikan momen. Baju Milik merupakan pakaian adat perempuan yang biasa dikenakan pada berbagai upacara adat, seperti batagak gala, baralek, dan prosesi adat lainnya.

Busana tersebut terdiri dari tangkuluak, baju hitam, rok hitam, selendang, ikat pinggang, serta kambuik bajaik. Selain memiliki nilai estetika, Baju Milik juga sarat makna filosofis yang mencerminkan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK), serta menggambarkan adat yang tetap lestari sepanjang zaman.

Tak hanya Baju Milik, pembukaan Festival Minangkabau juga dimeriahkan tari kolosal Saribu Katidiang Saok dari Nagari Tanjung Alam, Kecamatan Tanjung Baru. Tarian yang melibatkan anak-anak hingga bundo kanduang itu menggambarkan semangat gotong royong masyarakat dalam menjaga adat dan budaya di tengah arus modernisasi.

Kemeriahan berlanjut dengan parade budaya dari nagari-nagari se-Kabupaten Tanah Datar yang menampilkan beragam tradisi warisan leluhur. Mulai dari prosesi turun mandi, maanta marapulai, managuah, mamanih-manisi anak, hingga ditutup dengan tari kolosal multietnik dari Nagari Baringin.

Selain pertunjukan budaya, kawasan Lapangan Cindua Mato (LCM) Batusangkar juga menjadi pusat perhatian pengunjung. Di lokasi tersebut, setiap kecamatan menghadirkan stan pameran, sementara area kuliner tempo dulu menawarkan beragam makanan tradisional seperti karupuak leak, pinukuik tampuruang, lompong sagu, godok ubi, hingga minuman khas aie aka.

Bupati Tanah Datar Eka Putra bersama tamu undangan bahkan menyempatkan diri mencicipi karupuak leak dan aie aka di salah satu stan kuliner.

"Inilah salah satu tujuan pelaksanaan Festival Minangkabau. Kuliner tempo dulu kami hadirkan untuk mengobati kerinduan masyarakat sekaligus menggerakkan ekonomi rakyat dan UMKM," ujar Eka Putra.

Festival Minangkabau 2026 berlangsung selama empat hari, mulai 25 hingga 28 Juni. Selain pameran budaya dan kuliner, setiap malam pengunjung akan disuguhkan hiburan rakyat di Lapangan Cindua Mato dengan penampilan artis Minang seperti Kintani, Pinki Prananda, Upiak Isil, dan Uda Rio.

Melalui kekayaan budaya, tradisi, dan kuliner yang ditampilkan, Festival Minangkabau kembali menegaskan posisinya sebagai etalase budaya Minangkabau sekaligus salah satu daya tarik wisata unggulan Sumatera Barat.(mb/rls)