Pemko Padang Kebut Perbaikan Irigasi Pascagalodo, 17 Paket Proyek Disiapkan untuk Selamatkan Sawah Petani - Sumbar19.com | Mewartakan Dari Penjuru 19 Daerah
arrow_upward

Pemko Padang Kebut Perbaikan Irigasi Pascagalodo, 17 Paket Proyek Disiapkan untuk Selamatkan Sawah Petani

Minggu, 14 Juni 2026, 07.10 WIB
Pemerintah Kota Padang bergerak cepat memulihkan jaringan irigasi yang rusak akibat bencana yang melanda pada November dan Desember 2025.

PADANG – Harapan petani untuk kembali menggarap sawah yang sempat kekeringan mulai menemukan titik terang. Pemerintah Kota Padang tengah mempercepat pemulihan jaringan irigasi yang rusak akibat bencana galodo dan cuaca ekstrem pada November hingga Desember 2025 lalu.

Kerusakan sejumlah saluran irigasi menyebabkan pasokan air ke lahan pertanian terganggu, bahkan membuat sebagian sawah masyarakat tidak dapat diolah secara optimal. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemko Padang menyiapkan 17 paket pekerjaan fisik irigasi yang akan segera dilelang.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) dan Drainase Dinas PUPR Kota Padang, Well Off Sanora, mengatakan pemulihan irigasi menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah guna memastikan aktivitas pertanian masyarakat kembali berjalan normal.

"Terkait kondisi irigasi pascabencana November dan Desember tahun lalu, ada beberapa jaringan irigasi yang rusak sehingga mengakibatkan tidak teralirinya air ke sawah-sawah masyarakat," ujarnya, Jumat (12/6/2026).

Menurut Well Off, proyek rehabilitasi tersebut dibiayai melalui dana Transfer ke Daerah (TKD) pada anggaran pergeseran. Saat ini seluruh dokumen perencanaan sedang diselesaikan dan ditargetkan rampung dalam waktu dekat.

"Untuk Kota Padang dilaksanakan melalui dana TKD di anggaran pergeseran, dan sekarang prosesnya berada pada tahap perencanaan. Insya Allah minggu depan sudah selesai dan akan segera dilelang pekerjaan fisiknya," katanya.

Tak menunggu proses lelang selesai, Pemko Padang juga melakukan langkah cepat melalui kegiatan operasional dan pemeliharaan. Pekerjaan darurat di lapangan telah mulai dilaksanakan sejak Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) pergeseran ditandatangani.

Perbaikan difokuskan pada wilayah yang mengalami dampak paling parah akibat bencana tahun lalu, terutama kawasan sentra pertanian yang selama ini mengandalkan jaringan irigasi untuk kebutuhan pengairan sawah.

"Pekerjaan fisik melalui operasional dan pemeliharaan sudah mulai kami laksanakan. Lokasinya di daerah-daerah terdampak bencana seperti Lubuk Minturun, Guo, Gunung Nago, dan beberapa kawasan lainnya yang terdampak galodo," jelasnya.

Dalam upaya mempercepat pemulihan, Pemko Padang juga menggandeng Balai Wilayah Sungai (BWS) serta Dinas Sumber Daya Air Provinsi Sumatera Barat. Kolaborasi lintas instansi tersebut dilakukan agar proses rehabilitasi berjalan lebih efektif dan pasokan air bagi petani dapat segera kembali normal.

Pemulihan jaringan irigasi ini diharapkan menjadi solusi bagi petani yang selama berbulan-bulan menghadapi kendala pengairan. Dengan kembali mengalirnya air ke lahan pertanian, produktivitas sawah di sejumlah wilayah Kota Padang diharapkan segera pulih sehingga aktivitas tanam dan panen masyarakat dapat kembali berjalan optimal.(bs)