![]() |
| Pelatihan Jurnalistik Tingkat Menengah (PJTM) 2026 dilaksanakan Asosiasi Pers Mahasiswa Sumatera Barat (ASPEM Sumbar), di Kampus Universitas Andalas (UNAND). |
PADANG – Di tengah derasnya arus informasi digital dan tantangan terhadap kebebasan pers, puluhan aktivis pers mahasiswa dari berbagai kampus di Sumatera Barat berkumpul di Universitas Andalas (UNAND) untuk memperkuat kapasitas jurnalistik, etika profesi, dan kemampuan adaptasi terhadap perkembangan media modern.
Momentum tersebut hadir dalam Pelatihan Jurnalistik Tingkat Menengah (PJTM) 2026 yang digelar Asosiasi Pers Mahasiswa Sumatera Barat (ASPEM Sumbar) pada 12-13 Juni 2026 di Kampus Unand Limau Manis, Padang.
Kegiatan ini menjadi ruang belajar sekaligus konsolidasi bagi insan pers mahasiswa yang berasal dari berbagai Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) di Sumbar. Di antaranya Suara Kampus UIN Imam Bonjol Padang, SKK Ganto Universitas Negeri Padang, Genta Andalas Universitas Andalas, Wawasan Proklamator Universitas Bung Hatta, PersMedika Universitas PGRI Sumbar, UIN Bukittinggi, Politani Payakumbuh, hingga DetakAlinea FISIP UNAND.
Selama dua hari, peserta mendapatkan pembekalan langsung dari praktisi dan pegiat pers terkait manajemen redaksi, kode etik jurnalistik, hukum pers, teknik penulisan mendalam (indepth reporting), hingga video jurnalisme.
Pemimpin Redaksi Kalibrasinews.com, Emil Mahmud, menekankan pentingnya manajemen redaksi yang sehat dalam menjaga kualitas dan keberlanjutan media kampus. Menurutnya, setiap unsur dalam struktur redaksi memiliki peran penting dalam menghasilkan karya jurnalistik yang kredibel dan berkualitas.
Sementara itu, Direktur LBH Pers, Aulia Rizal, mengingatkan bahwa kebebasan pers harus berjalan seiring dengan tanggung jawab etik. Verifikasi informasi, perlindungan narasumber, serta penghormatan terhadap hak jawab dan hak koreksi menjadi prinsip yang tidak boleh diabaikan dalam kerja jurnalistik.
Peserta juga diajak memahami berbagai tantangan yang masih dihadapi dunia pers, mulai dari intimidasi, kekerasan, sensor, hingga kriminalisasi terhadap jurnalis. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perjuangan menjaga kemerdekaan pers masih menjadi pekerjaan rumah bersama.
Pada sesi teknik penulisan mendalam, jurnalis senior Hendra Makmur membekali peserta dengan metode peliputan yang lebih komprehensif melalui riset, analisis data, verifikasi fakta, hingga penyusunan laporan yang mampu memberikan pemahaman utuh kepada publik.
Sedangkan materi video jurnalisme yang disampaikan Aidil Ichlas menyoroti pentingnya kemampuan jurnalis muda dalam memanfaatkan teknologi digital untuk menghasilkan karya audio visual yang informatif, menarik, dan relevan dengan kebutuhan audiens masa kini.
Tak hanya pelatihan, PJTM 2026 juga dirangkai dengan diskusi publik bertema Peran dan Dukungan Institusional Kampus terhadap Pengembangan Pers Mahasiswa yang menghadirkan perwakilan AJI Padang, pimpinan Universitas Andalas, serta pengurus ASPEM Sumbar.
Diskusi tersebut menjadi ruang refleksi mengenai posisi pers mahasiswa sebagai bagian penting dari ekosistem akademik yang berperan mengawal keterbukaan informasi, budaya kritis, dan demokrasi di lingkungan kampus.
Selain pelatihan, PJTM 2026 juga dirangkai dengan diskusi publik bertajuk Peran dan Dukungan Institusional Kampus terhadap Pengembangan Pers Mahasiswa serta sarasehan LPM se-Sumatera Barat.
Diskusi menghadirkan narasumber dari berbagai kalangan, yakni Mona Triana dari AJI Padang, Kepala Kantor Humas, Protokoler dan Layanan Informasi Unand Dr. Harry Efendi Iskandar, Direktur Kemahasiswaan Unand Dr. Eng. Dendi Adi Saputra, serta Ketua Bidang Advokasi ASPEM Sumbar Rangga Zamahendra.
Mona Triana dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Padang, yang berbagi perspektif tentang peran jurnalisme independen.
Dr. Harry Efendi Iskandar S.S., M.A., Kepala Kantor Humas, Protokoler, dan Layanan Informasi, yang menjelaskan pentingnya komunikasi dan dukungan institusional.
Dr. Eng. Dendi Adi Saputra S.T., M.T., Direktur Kemahasiswaan Universitas Andalas, yang memaparkan kebijakan dan dukungan universitas terhadap kegiatan mahasiswa, termasuk pers mahasiswa.
Rangga Zamahendra, Ketua BidangAdvokasi ASPEM Sumbar, yang menyuarakan aspirasi dan tantangan yang dihadapi LPM di Sumatera Barat.
Melalui kegiatan ini, ASPEM Sumbar berharap pers mahasiswa semakin profesional, kritis, independen, dan mampu menjalankan fungsi jurnalistik secara bertanggung jawab di lingkungan kampus maupun masyarakat.(rls/bs)
