![]() |
| Forum Konsultasi Publik dan Penyampaian Informasi Publik terkait rencana pengembangan RSUP Dr. M. Djamil di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang, Rabu (17/6/2026). |
PADANG — RSUP Dr. M. Djamil Padang bersiap melakukan lompatan besar dalam pengembangan layanan kesehatan. Rumah sakit rujukan utama di Sumatera Barat itu memperoleh pendanaan sekitar Rp1 triliun untuk membangun dua gedung baru sebagai upaya meningkatkan kapasitas pelayanan yang selama ini nyaris mencapai batas maksimal.
Pengembangan tersebut mengemuka dalam Forum Konsultasi Publik dan Penyampaian Informasi Publik terkait Studi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dan Environmental and Social Impact Assessment (ESIA) rencana pengembangan RSUP Dr. M. Djamil yang berlangsung di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang, Rabu (17/6/2026).
Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dovy Djanas, mengungkapkan bahwa tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit saat ini hampir mencapai 90 persen. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan utama perlunya penambahan fasilitas pelayanan kesehatan.
"Kita mendapatkan pendanaan untuk pengembangan RSUP Dr. M. Djamil sekitar Rp1 triliun. Ada dua gedung yang akan kami bangun, yaitu Central Medical Unit dan gedung ruang rawat inap," ujar Dovy.
Ia menjelaskan, RSUP Dr. M. Djamil menjadi salah satu dari delapan rumah sakit di Indonesia yang memperoleh pembiayaan dalam program pengembangan layanan kesehatan nasional. Proyek tersebut ditargetkan mulai berjalan pada pertengahan tahun 2027.
Menurut Dovy, pembangunan dua gedung baru itu tidak hanya bertujuan menambah kapasitas pelayanan, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat Sumatera Barat dan kawasan Sumatera bagian tengah yang selama ini menjadikan RSUP M. Djamil sebagai rumah sakit rujukan utama.
Wali Kota Padang Fadly Amran menyambut baik investasi besar di sektor kesehatan tersebut. Menurutnya, kehadiran proyek pengembangan rumah sakit bukan hanya berdampak pada pelayanan kesehatan, tetapi juga memberikan efek ekonomi yang luas bagi daerah.
"Saat ini Kota Padang memang membutuhkan investasi yang terus mengalir seluas-luasnya, tentunya untuk kemaslahatan masyarakat. Salah satu tantangan yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi kita adalah tingkat pengangguran yang masih cukup tinggi," kata Fadly.
Ia menilai pengembangan RSUP Dr. M. Djamil sejalan dengan arah pembangunan Kota Padang yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045, yakni menjadikan Padang sebagai kota perdagangan dan jasa.
Fadly menegaskan Pemerintah Kota Padang siap memberikan dukungan penuh terhadap proyek tersebut karena selaras dengan visi daerah untuk mewujudkan kota pintar dan kota sehat.
"Pemerintah Kota Padang berkomitmen penuh untuk mendukung pengembangan RSUP Dr. M. Djamil. Hal ini sejalan dengan visi Kota Padang, mewujudkan kota pintar dan kota sehat. Kedua tujuan tersebut sangat sejalan dengan pengembangan RSUP Dr. M. Djamil sebagai pusat layanan kesehatan yang modern dan berkualitas," ujarnya.
Dovy berharap pengembangan rumah sakit dapat menjadi tonggak peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Sumatera Barat. Selain memperluas kapasitas layanan, proyek ini juga diharapkan memperkuat posisi RSUP Dr. M. Djamil sebagai pusat layanan kesehatan regional di Sumatera bagian tengah.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Padang yang telah memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan RSUP Dr. M. Djamil. Pengembangan rumah sakit ini bertujuan meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Sumatera Barat dan wilayah Sumatera bagian tengah, sehingga memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan Kota Padang," tuturnya.(bs)
