Delapan Bulan Ryan Menghilang, Harapan Orang Tua Tak Pernah Padam, UNAND Pastikan Terus Mendampingi - Sumbar19.com | Mewartakan Dari Penjuru 19 Daerah
arrow_upward

Delapan Bulan Ryan Menghilang, Harapan Orang Tua Tak Pernah Padam, UNAND Pastikan Terus Mendampingi

Selasa, 14 Juli 2026, 08.18 WIB

 

Sekretaris Universitas Andalas, Dr. Aidinil Zetra, mengunjungi keluarga Ryan Alghifary, mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Universitas Andalas (UNAND) angkatan 2022 yang meninggalkan rumah tanpa jejak sejak 17 November 2025 lalu.

PADANG – Sudah delapan bulan sejak Ryan Alghifary, mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Universitas Andalas (UNAND) angkatan 2022, meninggalkan rumah tanpa jejak. Namun bagi kedua orang tuanya, penantian belum pernah berakhir. Di setiap hari yang berlalu, harapan agar Ryan pulang dalam keadaan sehat tetap mereka pelihara.

Ryan diketahui pergi dari rumah pada dini hari, 17 November 2025. Kepergiannya baru disadari sang ibu menjelang subuh saat hendak menyiapkan adik-adiknya berangkat ke sekolah. Kejadian itu semakin menyisakan tanda tanya karena Ryan tidak membawa telepon genggam, laptop, dompet berisi kartu identitas, kartu ATM, maupun kartu mahasiswa. Ia hanya mengenakan kaus, celana jeans, dan sandal jepit.

Sejak hari itu, keluarga tak pernah berhenti mencari. Rumah teman-teman didatangi, berbagai informasi ditelusuri, hingga laporan resmi disampaikan kepada kepolisian. Bahkan, keluarga juga menjalani pencocokan DNA dengan sejumlah jenazah korban bencana galodo di Sumatera Barat. Sayangnya, seluruh upaya tersebut belum mengungkap keberadaan Ryan.

Di tengah ketidakpastian itu, Universitas Andalas memilih tetap berdiri bersama keluarga. Sejak awal, kampus aktif berkoordinasi dengan kepolisian, menelusuri berbagai kemungkinan, termasuk memeriksa perangkat elektronik milik Ryan. Namun hingga kini, belum ditemukan petunjuk yang dapat mengarah pada keberadaannya.

Sekretaris Universitas Andalas, Dr. Aidinil Zetra, menegaskan kampus tidak akan berhenti memberikan pendampingan dan dukungan.

"Universitas Andalas terus berupaya memberikan dukungan dan berkoordinasi dengan pihak keamanan maupun kepolisian. Kami berharap masyarakat yang memiliki informasi mengenai Ryan dapat menyampaikannya kepada keluarga, kepolisian, ataupun Universitas Andalas. Seluruh sivitas akademika turut mendoakan agar Ryan segera ditemukan dan kembali dalam keadaan sehat," ujarnya saat mengunjungi kediaman keluarga Ryan, Senin (13/7), didampingi Kepala Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik UNAND, Dr. Hary Efendi, M.A.

UNAND juga memastikan masa depan akademik Ryan tetap menjadi perhatian. Kampus tengah mengupayakan kebijakan khusus terkait masa studinya, mengingat kondisi yang dialami Ryan merupakan keadaan luar biasa.

Di balik sosoknya yang pendiam, Ryan ternyata dikenal sebagai mahasiswa berprestasi. Ia pernah memperoleh penghargaan atas kontribusinya dalam pengembangan sistem informasi. Ironisnya, keluarga baru mengetahui besarnya pencapaian Ryan setelah mendengar langsung penjelasan dari para dosen.

Namun, bagi sang ibu, penghargaan dan prestasi bukan lagi yang terpenting. Yang paling dinantikan hanyalah satu kabar: Ryan ditemukan dan bisa kembali berkumpul bersama keluarga.

Melalui momentum delapan bulan hilangnya Ryan, Universitas Andalas kembali mengajak masyarakat yang memiliki informasi sekecil apa pun mengenai keberadaan Ryan Alghifary untuk segera melapor kepada keluarga, kepolisian, atau pihak kampus. Sebab, satu informasi kecil pun dapat menjadi awal dari harapan besar yang selama ini terus dijaga oleh keluarga.(bs)