Padang Luncurkan Program Mandiri Benih Padi, 14,37 Ton Benih Bersertifikat Disalurkan untuk 29 Kelompok Tani - Sumbar19.com | Mewartakan Dari Penjuru 19 Daerah
arrow_upward

Padang Luncurkan Program Mandiri Benih Padi, 14,37 Ton Benih Bersertifikat Disalurkan untuk 29 Kelompok Tani

Sabtu, 04 Juli 2026, 07.38 WIB
Wali Kota Padang, Fadly Amran meluncurkan Program Padang Mandiri Benih Padi

Padang – Pemerintah Kota Padang resmi meluncurkan Program Padang Mandiri Benih Padi sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan benih dari luar daerah.

Melalui program ini, sebanyak 14,37 ton benih padi bersertifikat disalurkan kepada 29 kelompok tani di enam kecamatan untuk memenuhi kebutuhan benih di lahan seluas 575 hektare.

Program yang merupakan bagian dari Program Unggulan (Progul) Padang Melayani itu diluncurkan langsung oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran, di areal persawahan Kelompok Tani Desa Baru, Kelurahan Air Pacah, Kecamatan Koto Tangah, Jumat (3/7/2026).

Fadly Amran mengatakan, ketersediaan benih unggul menjadi salah satu faktor utama dalam meningkatkan produktivitas pertanian, terutama di tengah semakin terbatasnya lahan sawah di Kota Padang yang kini tersisa sekitar 4.358 hektare.

Menurutnya, Program Padang Mandiri Benih Padi tidak hanya bertujuan meningkatkan hasil produksi pertanian, tetapi juga memperkuat ekonomi para penangkar benih lokal agar mampu menjadi pemasok utama kebutuhan benih di Kota Padang.

"Melalui Program Padang Mandiri Benih Padi, kita ingin mengurangi ketergantungan terhadap benih dari luar daerah sekaligus memperkuat kapasitas penangkar benih lokal. Manfaat ekonominya tidak hanya dirasakan petani pengguna benih, tetapi juga kelompok penangkar yang memproduksinya," ujar Fadly.

Bantuan benih tersebut disalurkan kepada kelompok tani di Kecamatan Koto Tangah, Kuranji, Lubuk Begalung, Lubuk Kilangan, Pauh, dan Bungus Teluk Kabung.

Tak hanya itu, Pemko Padang juga menyiapkan skema off take melalui APBD Tahun 2026 untuk menjamin hasil produksi penangkar benih lokal terserap secara berkelanjutan. Skema ini diharapkan memberikan kepastian pasar bagi penangkar sekaligus menjamin ketersediaan benih unggul bagi petani.

"Melalui mekanisme off take yang didukung APBD Kota Padang tahun 2026, hasil produksi penangkar benih akan terserap secara berkelanjutan. Dengan demikian, penangkar memperoleh kepastian pemasaran, sementara kelompok tani mendapatkan benih unggul yang sesuai dengan kondisi lahan sawah di Kota Padang," jelasnya.

Fadly menegaskan, keberhasilan sektor pertanian tidak hanya bergantung pada penyediaan benih berkualitas. Menurutnya, peningkatan produktivitas juga harus didukung pemanfaatan teknologi pertanian, peningkatan mutu benih, perlindungan lahan pertanian dari alih fungsi, serta kolaborasi antara pemerintah, penyuluh, dan kelompok tani.

Ia juga berharap sektor pertanian semakin diminati generasi muda sehingga lahir lebih banyak petani milenial yang mampu membawa pertanian Kota Padang semakin modern dan berdaya saing.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Yoice Yuliani, menjelaskan Program Padang Mandiri Benih Padi merupakan implementasi RPJMD Kota Padang 2025–2030. Program ini lahir sebagai respons atas menyusutnya luas baku sawah dari 5.216 hektare pada 2019 menjadi 4.358 hektare pada 2024, serta masih tingginya penggunaan benih yang belum bersertifikat.

Melalui program tersebut, Pemko Padang menargetkan seluruh kebutuhan benih padi di Kota Padang dipenuhi oleh penangkar lokal. Bahkan, pada 2029 seluruh lahan sawah di Kota Padang ditargetkan telah menggunakan benih padi bersertifikat hasil produksi penangkar daerah.

"Kita berkomitmen terus meningkatkan kapasitas produksi penangkar, memperluas kelompok tani penerima manfaat, serta memperkuat dukungan anggaran agar kemandirian benih padi di Kota Padang dapat terwujud secara berkelanjutan," kata Yoice.(bs)