Hari Kedua Pencarian, Zahra Ditemukan Tewas 400 Meter dari Lokasi Tenggelam - Sumbar19.com | Mewartakan Dari Penjuru 19 Daerah
arrow_upward

Hari Kedua Pencarian, Zahra Ditemukan Tewas 400 Meter dari Lokasi Tenggelam

Jumat, 28 Agustus 2026, 15.03 WIB
Zahra ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Jumat (28/8) sekitar pukul 11.48 WIB. Korban kemudian dievakuasi ke Puskesmas Sungai Limau

PADANG PARIAMAN,— Pencarian Zahra, bocah perempuan berusia sekitar 10 tahun yang terseret arus Sungai Batang Nareh, Korong Lembak Pasang, Nagari Pilubang, Kecamatan Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman, akhirnya membuahkan hasil.

Zahra ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat (28/8/2026) sekitar pukul 11.48 WIB. Jasad korban ditemukan sekitar 400 meter dari lokasi kejadian setelah tim SAR gabungan melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Padang Abdul Malik mengatakan, korban ditemukan pada koordinat sekitar 0°33'23.620"S - 100°5'43.8"E.

“Korban atas nama Zahra ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar pukul 11.48 WIB. Korban kemudian dievakuasi ke Puskesmas Sungai Limau,” kata Abdul Malik.

Dengan ditemukannya Zahra, seluruh korban dalam peristiwa tiga anak terseret arus saat mandi di Sungai Batang Nareh telah ditemukan.

Sebelumnya, peristiwa tersebut terjadi Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Tiga anak, yakni Nesa, Fikri dan Zahra, tengah mandi bersama teman-temannya di sungai.

Saat sedang mandi, ketiganya terseret arus. Warga yang melihat kejadian langsung berupaya memberikan pertolongan.

Nesa berhasil diselamatkan. Sementara Fikri ditemukan sekitar pukul 16.07 WIB dalam kondisi meninggal dunia. Zahra saat itu masih dinyatakan hilang.

Menerima laporan kejadian sekitar pukul 15.43 WIB, Kantor SAR Padang langsung mengerahkan personel melalui Unit Siaga SAR Agam. Tim tiba di lokasi sekitar pukul 17.16 WIB dan langsung berkoordinasi dengan unsur terkait sebelum melakukan pencarian.

Pencarian kemudian dilanjutkan hingga malam hari dengan melibatkan tim gabungan. Karena korban belum ditemukan, operasi dihentikan sementara sekitar pukul 20.00 WIB dan kembali dilanjutkan pada Jumat pagi.

Abdul Malik mengatakan, pada hari kedua pencarian dimulai sekitar pukul 06.30 WIB. Tim membagi area pencarian sepanjang sekitar 1,38 kilometer menjadi dua search and rescue unit (SRU).

SRU pertama melakukan penyisiran dari sekitar lokasi kejadian menuju titik A, sementara SRU kedua bergerak dari titik A menuju titik B.

“Pencarian dilakukan dengan metode penyisiran di sepanjang area yang sudah ditentukan. Sekitar pukul 11.48 WIB, korban akhirnya ditemukan,” ujarnya.

Setelah Zahra ditemukan dan dievakuasi, tim gabungan melaksanakan debriefing sekitar pukul 14.00 WIB. Seluruh unsur yang terlibat kemudian kembali ke kesatuan masing-masing.

“Dengan seluruh korban telah ditemukan, operasi SAR diusulkan untuk ditutup,” kata Abdul Malik.

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya Unit Siaga SAR Agam, Kantor SAR Padang, BPBD Kabupaten Padang Pariaman, BPBD Kota Pariaman, Polairud, Polsek Sungai Limau, Koramil, PMI, Damkar Sungai Limau, Gurila Rescue, Persatuan Penyelam Manual Pasir Sungai Limau, unsur kecamatan, aparat nagari, potensi SAR dan masyarakat.

Abdul Malik mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sungai, terutama anak-anak.

“Kami mengimbau masyarakat agar selalu memperhatikan kondisi sungai dan mengawasi anak-anak saat bermain atau beraktivitas di sekitar aliran sungai,” ujarnya.(bs)