![]() |
| Pemasangan almamater dan penyerahan kartu mahasiswa Rapat Senat Terbuka Penyambutan Mahasiswa Baru PNP Tahun Akademik 2026/2027 di Gedung PKM PNP, Senin (24/8/2026). |
PADANG — Politeknik Negeri Padang (PNP) terus memperkuat program internasional. PNP saat ini mulai membangun ekosistem khusus untuk menyiapkan mahasiswa berprestasi menghadapi berbagai program kerjasama internasional melalui Kelas Talenta Global.
Program yang diterapkan pada enam program studi dari lima jurusan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa asing. Mayoritas peserta justru mahasiswa PNP yang diseleksi berdasarkan kemampuan akademik dan bahasa Inggris.
Direktur PNP Revalin Herdianto mengatakan, Kelas Talenta Global menjadi salah satu strategi baru PNP dalam menyiapkan mahasiswa jauh sebelum mengikuti program kerja sama internasional.
“Memang ada mahasiswa luar negeri seperti dari Afghanistan, Pakistan, Nigeria, Uganda, bahkan ada dari Perancis. Tapi itu hanya sebagian kecil. Selebihnya adalah mahasiswa kita yang sudah lulus SMBP maupun jalur mandiri,” kata Revalin usai Rapat Senat Terbuka Penyambutan Mahasiswa Baru PNP Tahun Akademik 2026/2027 di Gedung PKM PNP, Senin (24/8/2026).
Menurutnya, mahasiswa domestik yang masuk Kelas Talenta Global terlebih dahulu mengikuti tes kemampuan bahasa Inggris, termasuk TOEIC. Mahasiswa yang memenuhi kriteria kemudian ditawarkan bergabung dalam kelas khusus tersebut.
Mahasiswa yang tergabung dalam Kelas Talenta Global akan mendapatkan sejumlah keistimewaan, terutama dalam mengakses program kerja sama internasional PNP.
Peluang tersebut antara lain studi lanjut ke luar negeri, program 2+2 dan 2+1, magang internasional, pertukaran mahasiswa atau student mobility, transfer program, serta berbagai program unggulan lainnya.
“Dengan kelas ini kita punya beberapa privilege, seperti diprioritaskan untuk program kerja sama, studi lanjut ke luar negeri, program 2+2, 2+1, magang di luar negeri, pertukaran mahasiswa atau student mobility, dan program-program unggulan lainnya,” ujarnya.
Revalin menjelaskan, pembentukan Kelas Talenta Global sekaligus mengubah pola pembinaan mahasiswa untuk program internasional. Sebelumnya, setiap ada program kerja sama, PNP baru membuka pengumuman, melakukan seleksi dan pendampingan setelah program tersedia.
“Dua-tiga tahun terakhir, begitu ada program kerja sama internasional, kita selalu membuat pengumuman, melakukan seleksi dan pendampingan dari awal. Itu membutuhkan waktu lama dan hasilnya belum maksimal,” katanya.
Melalui Kelas Talenta Global, mahasiswa disiapkan sejak awal, baik dari sisi akademik, kemampuan bahasa asing, kepemimpinan maupun soft skill. Mereka juga akan berada dalam lingkungan belajar yang lebih kompetitif bersama mahasiswa dari berbagai negara.
Revalin menilai keberadaan mahasiswa asing di dalam kelas juga dapat menjadi pemicu bagi mahasiswa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan dan kepercayaan diri.
“Kalau orang yang berbakat itu harus diberi tantangan terus. Kalau tidak diberi tantangan, dia cenderung biasa-biasa saja. Tetapi kalau dimasukkan ke dalam satu kelas yang sangat kompetitif dan selektif, dia akan berjuang mengeluarkan kemampuan terbaiknya,” jelasnya.
Untuk tahap awal, target peserta Kelas Talenta Global sekitar 26 hingga 30 mahasiswa per program studi. Secara keseluruhan, jumlahnya diperkirakan mencapai sekitar 200 mahasiswa.
Revalin menegaskan, secara substansi pembelajaran Kelas Talenta Global tidak jauh berbeda dengan kelas reguler. Perbedaannya terletak pada penggunaan bahasa Inggris dan tambahan program pengembangan kompetensi.
PNP juga menyiapkan penguatan bahasa asing lainnya. Untuk bahasa Inggris, PNP membuka peluang memanfaatkan kerja sama dengan Pemko Padang melalui kerjasama mereka dengan lembaga eksternal.
Selain bahasa Inggris, PNP juga menyiapkan penguatan kemampuan bahasa asing lainnya. Untuk bahasa Jepang, PNP telah berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk mendapatkan dukungan tenaga pengajar dari Jepang.
“Selain bahasa Inggris, kita juga menyiapkan bahasa Jepang. Ke depan, kalau memungkinkan, bahasa Mandarin juga akan kita siapkan,” katanya.
Revalin menyebut, PNP juga telah membina sekitar 36 mahasiswa selama enam bulan untuk mengikuti pelatihan bahasa Jepang sebagai persiapan program ke Jepang. Pada bulan ini, mahasiswa tersebut mulai mengikuti seleksi dan uji kompetensi.
“Jadi ketika ada kelas kerja sama internasional, mereka sudah lebih siap. Ini memang penyaringan talenta,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, kondisi ini bisa memungkinkan dibukanya jalur Kelas Talenta Global bersamaan dengan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru mendatang.
“Kita jalani dulu satu-dua semester, kita evaluasi. Kita lihat bagaimana pola yang paling baik untuk seleksi, kemampuan kita, ruang kelas, dosen dan potensi yang kita punya,” ujarnya.
Dengan Kelas Talenta Global, pihaknya berharap mahasiswa berprestasi dapat dipersiapkan lebih dini sehingga ketika kesempatan program internasional terbuka, mereka tidak lagi memulai dari nol.
"Program tersebut sekaligus diharapkan menjadi ruang pembinaan yang mampu melahirkan mahasiswa dengan kemampuan akademik, bahasa, kepemimpinan, soft skill dan daya saing yang lebih kuat di tingkat global," jelasnya.
Minat Mahasiswa Asing Program Internasional PNP Cukup Tinggi
Sementara itu, Wakil Direktur PNP Bidang Akademik Nurul Fauzi mengatakan, minat mahasiswa asing untuk mengikuti program internasional PNP cukup tinggi.
Untuk International Student Program (ISP), tercatat 127 pelamar. Namun, hanya 124 orang yang mengirimkan seluruh bahan pendaftaran, sementara tiga lainnya hanya melakukan pendaftaran tanpa mengirimkan dokumen persyaratan.
Para pelamar berasal dari berbagai negara. Pakistan menjadi penyumbang pelamar terbanyak dengan 48 orang, disusul Nigeria 22 orang, Sudan Selatan 10 orang, Afghanistan sembilan orang, Yaman delapan orang, Malawi empat orang dan Gambia empat orang.
Selanjutnya, Tajikistan, Ghana dan Jalur Gaza masing-masing dua orang. Sementara Uganda, Swaziland, Sudan, Angola, Eswatini, Arab Saudi, Myanmar, Kenya, India, Prancis, Ethiopia, Mesir, Barbados dan Bangladesh masing-masing satu orang.
Nurul mengatakan, seluruh pelamar diseleksi berdasarkan nilai, motivasi, kesiapan dukungan finansial, seleksi berkas serta wawancara secara daring melalui Zoom.
Dari proses tersebut, PNP menetapkan 15 mahasiswa asing sebagai penerima full scholarship.
“15 peserta yang lolos menerima beasiswa full scholarship berasal dari Pakistan enam orang, Uganda satu orang, Nigeria dua orang, Bangladesh dua orang, Afghanistan dua orang, India satu orang, Malawi satu orang dan Myanmar satu orang,” terangnya.
Beasiswa tersebut mencakup pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT), bantuan biaya hidup bulanan serta fasilitas asrama. Sementara biaya tiket perjalanan, visa, asuransi dan kebutuhan lainnya menjadi tanggung jawab masing-masing mahasiswa.
Saat ini, para mahasiswa asing tersebut masih menjalani proses penerbitan visa dan izin belajar. Karena itu, belum dapat dipastikan seluruh penerima beasiswa sudah tiba di Padang pada 5 September 2026.
“Masih proses penerbitan visa dan izin belajar. Jadi bisa saja tidak semuanya sampai di Padang tanggal 5 September nanti. Tergantung visa dan izin belajar mereka keluar atau tidak dari kementerian terkait,” jelas Nurul.
Enam Prodi Jadi Perintis
Ia menyebutkan, Kelas Talenta Global untuk tahap awal diterapkan pada enam program studi di lima jurusan di PNP.
Keenam program studi tersebut yakni D4 Akuntansi dari Jurusan Akuntansi, D4 Usaha Perjalanan Wisata dari Jurusan Administrasi Niaga, D4 Teknik Telekomunikasi dari Jurusan Elektro, D4 Teknik Manufaktur dari Jurusan Teknik Mesin, serta D4 Perancangan Irigasi dan Rawa dan D4 Manajemen Rekayasa Konstruksi dari Jurusan Teknik Sipil.
Untuk mahasiswa domestik, proses pendataan dan seleksi masih berlangsung. PNP menargetkan masing-masing program studi diisi sekitar 26 hingga 30 mahasiswa.
“Targetnya per prodi 26-30 orang. Senin, 7 September kita targetkan Kelas Talenta Global ini sudah mulai,” jelasnya. (bs)
