PADANG — Politeknik Negeri Padang (PNP) mendapat kuota terbesar dalam program kerja sama pendidikan dan magang LiuGong batch ketiga. Sebanyak 25 mahasiswa PNP terpilih mengikuti program tersebut dan dijadwalkan berangkat ke China pada akhir Agustus 2026.
Program ini merupakan kerja sama tiga pihak, yakni PNP, perusahaan alat berat LiuGong, dan Linzhou Polytechnic University di China. Mahasiswa akan menjalani pendidikan sekaligus magang selama satu tahun sebelum diarahkan memasuki dunia kerja di LiuGong Manufacturing Machinery Indonesia (LMMI) di Karawang.
Wakil Direktur Bidang Kerja Sama PNP Ihsan Lumasa Rimra mengatakan, total kuota program LiuGong batch ketiga mencapai 60 mahasiswa. Selain PNP, program tersebut juga melibatkan empat perguruan tinggi vokasi lainnya, yakni Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri), Politeknik Negeri Batam, dan Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba).
“Pola kerja sama dengan LiuGong ini melibatkan tiga institusi, yaitu PNP, LiuGong dan Linzhou Polytechnic University yang ada di China,” kata Ihsan usai kegiatan pelepasan dan penandatanganan komitmen Outbound International Students PNP di Gedung SBSN PNP, Senin (24/8/2026).
Menurut Ihsan, porsi 25 mahasiswa yang diberikan kepada PNP merupakan kuota terbesar dibandingkan perguruan tinggi peserta lainnya. Kuota tersebut diperoleh melalui komunikasi dan pendekatan kerja sama yang intensif antara PNP dan LiuGong.
Ihsan menjelaskan, program tersebut menggunakan skema pendidikan dan magang selama satu tahun di China. Mahasiswa akan menjalani pendidikan selama enam bulan di Linzhou Polytechnic University, kemudian dilanjutkan dengan magang selama enam bulan di industri LiuGong di China.
“Di sana itu kredit transfer. Mereka mendapatkan ilmu di Linzhou Polytechnic University, kemudian magang di LiuGong yang ada di China. Setelah selesai pendidikan satu tahun, mereka sidang di Politeknik Negeri Padang,” jelasnya.
Sistem kredit transfer memungkinkan pembelajaran mahasiswa selama berada di China dikonversikan ke dalam proses akademik PNP. Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian program dan memenuhi persyaratan akademik, mahasiswa tetap memperoleh gelar dari PNP.
Lebih menarik lagi, program tersebut memiliki jalur keberlanjutan menuju dunia kerja. Setelah menyelesaikan pendidikan, mahasiswa akan diarahkan bergabung dengan LiuGong Manufacturing Machinery Indonesia yang berlokasi di Karawang.
“Setelah tamat dari pendidikan tersebut, mereka sudah mendapatkan gelar dari PNP dan langsung bergabung di LiuGong Manufacturing Machinery Indonesia,” ujarnya.
Program LiuGong bersama PNP telah memasuki batch ketiga. Pada batch pertama, PNP mengirim 16 mahasiswa, kemudian meningkat menjadi 23 mahasiswa pada batch kedua. Kini, pada batch ketiga, jumlahnya kembali meningkat menjadi 25 mahasiswa.
Bidang studi peserta juga semakin diperluas sesuai dengan kebutuhan industri. Pada batch pertama, peserta hanya berasal dari D3 Teknik Mesin. Batch kedua mulai melibatkan D3 Teknik Elektronika dan D3 Teknik Listrik.
Sementara pada batch ketiga, mahasiswa yang mengikuti program berasal dari D3 Teknik Mesin, D3 Teknik Listrik, D3 Teknik Mekanika dan D3 Teknik Alat Berat.
“Perluasan program studi ini kita sesuaikan dengan target pekerjaan yang akan mereka lakukan nanti di perusahaan,” katanya.
Para peserta batch ketiga merupakan mahasiswa yang telah memasuki semester lima. Mereka akan menjalani program selama satu tahun di China melalui mekanisme kredit transfer.
Tingginya minat mahasiswa terlihat dari jumlah pendaftar program batch ketiga. Sekitar 120 mahasiswa mengikuti proses seleksi untuk memperebutkan 25 kursi yang tersedia bagi PNP.
Seleksi dilakukan bersama oleh PNP dan LiuGong. Pihak LiuGong bahkan datang langsung ke kampus untuk melakukan tahapan seleksi, termasuk psikotes dan wawancara.
“Pendaftarnya sekitar 120 orang. Proses seleksi dilakukan oleh kita, kemudian diseleksi juga oleh LiuGong. LiuGong datang ke kampus melakukan psikotes dan wawancara, baru didapatkan 25 orang yang lulus,” jelas Ihsan.
Menurutnya, tingginya minat tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa semakin melihat program internasional sebagai peluang untuk memperoleh pengalaman sekaligus membuka jalan menuju dunia kerja.
Batch Pertama Segera Masuk Dunia Kerja
Program ini tidak berhenti pada pengalaman kuliah dan magang di China. Peserta batch pertama bahkan segera memasuki tahap akhir program dan diproyeksikan bekerja di LiuGong Indonesia.
Ihsan menyebut mahasiswa batch pertama diperkirakan menyelesaikan program sekitar dua bulan lagi. Setelah itu, mereka akan melanjutkan karier di LiuGong Manufacturing Machinery Indonesia di Karawang.
“Batch pertama sekitar dua bulan lagi selesai. Kemudian mereka akan bekerja di LiuGong yang ada di Karawang tersebut,” ujarnya.
Menurut Ihsan, pola kerja sama ini menjadi model pendidikan vokasi yang terhubung langsung dengan kebutuhan industri. Mahasiswa mendapatkan pengalaman akademik di perguruan tinggi China, pengalaman kerja melalui magang di industri, serta peluang karier setelah menyelesaikan pendidikan.
Program tersebut diharapkan semakin memperkuat posisi PNP dalam membangun pendidikan vokasi berorientasi internasional, sekaligus menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri global.(bs)
.jpg)