PNP Jadi Kampus Vokasi Favorit, Masuk 10 Besar Politeknik Paling Diminati Nasional - Sumbar19.com | Mewartakan Dari Penjuru 19 Daerah
arrow_upward

PNP Jadi Kampus Vokasi Favorit, Masuk 10 Besar Politeknik Paling Diminati Nasional

Selasa, 25 Agustus 2026, 14.04 WIB
Direktur PNP Revalin Herdianto didampingi Ketua Senat PNP Zulhendri  diwawancarai usai Rapat Senat Terbuka Penyambutan Mahasiswa Baru PNP Tahun Akademik 2026/2027 yang digelar di Gedung PKM PNP, Senin (24/8/2026).

PADANG — Politeknik Negeri Padang (PNP) mencatat capaian membanggakan dalam penerimaan mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027. PNP berhasil masuk jajaran 10 besar politeknik dengan peminat terbanyak secara nasional, bahkan berada di peringkat kedelapan.

Ketua Senat PNP Zulhendri mengatakan, keberhasilan PNP menembus 10 besar nasional menjadi kebanggaan tersendiri karena PNP merupakan perguruan tinggi vokasi yang berada di luar Pulau Jawa, namun mampu bersaing dengan politeknik lain di tingkat nasional.

“Politeknik Negeri Padang termasuk 10 besar peminat secara nasional, urutan ke-8 di Indonesia untuk jumlah pendaftar masuk politeknik. Ini sebuah kebanggaan sebagai kampus di luar Jawa yang berhasil masuk 10 besar,” kata Zulhendri usai Rapat Senat Terbuka Penyambutan Mahasiswa Baru PNP Tahun Akademik 2026/2027 yang digelar di Gedung PKM PNP, Senin (24/8/2026).

Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari rangkaian proses penerimaan mahasiswa baru yang telah dilakukan PNP, mulai dari tahap penjaringan hingga pelaksanaan penerimaan mahasiswa baru.

Pada penerimaan mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027, PNP mencatat sekitar 27 ribu pendaftar. Tingginya jumlah peminat tersebut dinilai menunjukkan semakin kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap PNP sebagai salah satu institusi pendidikan vokasi unggulan.

“Proses mulai dari penjaringan mahasiswa sampai pelaksanaan penerimaan mahasiswa baru kami nilai cukup berhasil,” ujarnya saat diwawancarai mendampingi Direktur PNP Revalin Herdianto.

Namun, Zulhendri mengingatkan bahwa tingginya minat masyarakat juga harus diimbangi dengan keseriusan mahasiswa dalam memanfaatkan kesempatan selama menempuh pendidikan di PNP.

Mahasiswa baru didorong tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga aktif mengembangkan diri melalui organisasi dan berbagai kegiatan kemahasiswaan.

“Kita sudah sampaikan kepada mahasiswa baru bagaimana sebanyak-banyaknya menimba ilmu di kampus dan mencari pengalaman berorganisasi,” katanya.

Menurut Zulhendri, pengalaman selama berada di lingkungan kampus akan menjadi bekal penting bagi mahasiswa setelah menyelesaikan pendidikan. Aktivitas organisasi, kata dia, dapat membantu mahasiswa membangun kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama serta memperluas pengalaman sebelum memasuki dunia kerja.

Ia berharap mahasiswa nantinya mampu membawa nama baik almamater di tengah masyarakat maupun ketika memasuki dunia profesional.

“Sehingga nanti setelah tamat, mereka bisa membawa nama almamater Politeknik Negeri Padang dengan baik,” tuturnya.

Animo masyarakat masyarakat masuk PNP pada penerimaan mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 sangat tinggi. Dari sekitar 27 ribu pendaftar, saat ini 2.513 orang  diterima sebagai mahasiswa baru PNP pada berbagai program studi yang ada di perguruan tinggi vokasi tersebut.

Tingginya jumlah peminat tersebut menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap PNP sekaligus menjadi tantangan bagi kampus vokasi tersebut untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikan, layanan akademik, serta pengembangan mahasiswa.

Direktur PNP Revalin Herdianto mengatakan, kepercayaan yang telah tumbuh harus dijawab dengan menyiapkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik dan teknis, tetapi juga memiliki pengalaman, karakter serta kemampuan yang dibutuhkan dunia kerja.

Menurutnya, kemampuan akademik saja tidak cukup untuk membentuk lulusan yang benar-benar siap memasuki dunia profesional.

Revalin menilai, indeks prestasi (IP) tetap penting karena menjadi salah satu modal mahasiswa dalam melewati berbagai tahapan seleksi. Namun, setelah memasuki dunia kerja, kemampuan non-akademik atau soft skill kerap menjadi faktor yang tidak kalah menentukan.

“IP penting, tetapi IP hanya akan mengantarkan mahasiswa untuk diterima dalam seleksi. Setelah itu, yang sering kali lebih menentukan adalah kemampuan non-akademik atau soft skill,” kata Revalin.

Karena itu, mahasiswa didorong untuk terus mengasah kemampuan komunikasi, presentasi, kerja sama tim, pemecahan masalah hingga berpikir kritis selama menjalani pendidikan di PNP.

Tak hanya kompetensi, Revalin juga menekankan pentingnya membangun lingkungan kampus yang aman, nyaman dan saling peduli. Menurutnya, mahasiswa perlu memiliki kepekaan terhadap teman yang sedang menghadapi persoalan, baik berkaitan dengan keluarga, pertemanan, kepercayaan diri maupun kesulitan beradaptasi.

“Meminta tolong itu bukan berarti kita lemah. Meminta tolong artinya kita adalah makhluk sosial,” tegasnya.

Ia mengajak mahasiswa untuk saling memperhatikan. Jika ada teman yang tiba-tiba menarik diri dari pergaulan, misalnya, mahasiswa lain diharapkan tidak membiarkannya sendiri, tetapi berinisiatif bertanya dan memberikan dukungan.

Menurut Revalin, kampus yang aman dan bebas dari perundungan akan menciptakan ruang yang lebih sehat bagi mahasiswa untuk berkembang dan mengoptimalkan potensinya.

Di sisi lain, tantangan yang akan dihadapi lulusan perguruan tinggi ke depan dinilai semakin kompleks. Dunia kerja tidak lagi hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga lulusan yang memiliki integritas, mampu berkomunikasi, bekerja dalam tim, memimpin, memecahkan masalah serta beradaptasi dengan perubahan.

Ia menegaskan, prestasi akademik tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan mahasiswa. Namun, keberhasilan memasuki dan bertahan di dunia kerja membutuhkan “paket lengkap” yang menggabungkan kompetensi teknis, kemampuan interpersonal, karakter dan kemampuan beradaptasi.

Revalin menegaskan PNP akan terus menyediakan fasilitas, dosen, laboratorium, teknologi, jejaring industri dan berbagai peluang pengembangan diri.

Namun, seluruh fasilitas tersebut tidak akan berarti tanpa kemauan mahasiswa untuk mengambil kesempatan dan mengembangkan dirinya.

Karena itu, PNP ingin lulusan yang meninggalkan kampus bukan hanya membawa ijazah, tetapi juga membawa karakter kuat, kompetensi unggul, soft skill, penguasaan teknologi, pengalaman organisasi, kemampuan bahasa asing dan pengalaman internasional.

Itulah “paket lengkap” yang diharapkan menjadi modal lulusan PNP untuk memasuki dunia kerja sekaligus bersaing di tingkat nasional maupun global.

“Berakhlak mulia. Berpikir akademis. Bertindak profesional. Mari kita belajar, bertumbuh, berprestasi, dan membangun masa depan bersama,” terang Revalin.

Dengan strategi tersebut, PNP menargetkan lulusan yang keluar dari kampus bukan sekadar membawa ijazah, tetapi memiliki paket kompetensi yang lebih lengkap: karakter kuat, keterampilan teknis, soft skill, penguasaan teknologi, pengalaman organisasi, kemampuan bahasa asing serta pengalaman internasional.

"Kita ingin memastikan lulusannya tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu beradaptasi, berinovasi dan mengambil peluang di tengah persaingan global yang semakin terbuka," pungkasnya.(bs)