![]() |
| Direktur PNP Ir. Revalin Herdianto ST., M.Sc., Ph.D saat menyampaikan sambutannya pada Rapat Senat Terbuka Wisuda ke-72 PNP di Gedung PKM PNP, Sabtu (26/9). |
Padang, — Politeknik Negeri Padang (PNP) mewisuda 1.695 lulusan dalam Wisuda ke-72 Tahun 2026 yang berlangsung selama tiga hari, 26–28 September 2026.
Direktur PNP Ir. Revalin Herdianto ST., M.Sc., Ph.D mengatakan, wisuda bukan sekadar seremoni akademik, tetapi menjadi awal bagi para lulusan untuk mengabdikan ilmu dan kompetensi yang diperoleh selama menempuh pendidikan.
“Hari ini bukanlah akhir dari perjalanan. Hari ini adalah awal dari pengabdian,” ujar Revalin dalam sambutannya pada Rapat Senat Terbuka Wisuda ke-72 PNP di Gedung PKM PNP, Sabtu (26/9).
Wisuda ke-72 PNP hari pertama tersebut dihadiri Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Prof. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D, beberapa kepala daerah, pimpinan kementerian dan lembaga, pimpinan dunia industri serta mitra PNP.
Ketua dan anggota Senat Akademik PNP, Dewan Pengawas PNP, dosen dan tenaga kependidikan, serta para orang tua dan keluarga wisudawan.
Hadir pula para pimpinan perguruan tinggi negeri maupun swasta, diantaranya Rektor Universitas Andalas, Dr. Efa Yonnedi, SE, MPPM, Akt, CA, CRGP, Senior Eksekutif (SE) Universitas Negeri Padang (UNP) Prof. H. Ganefri, Ph.D yang terlihat ikut mendampingi kedatangan Menaker Yassierli yang hadir memberikan orasi ilmiah pada Wisuda PNP.
Berdasarkan rekapitulasi PNP, prosesi pada Sabtu (26/9) tersebut diikuti sebanyak 596 lulusan dari Jurusan Teknik Mesin, Teknologi Informasi dan Bahasa Inggris mengikuti Jumlah tersebut terdiri dari 549 wisudawan secara offline dan 47 secara online.
Selanjutnya, pada Minggu (27/9), sebanyak 573 lulusan diwisuda. Rinciannya, 451 lulusan berasal dari Jurusan Teknik Elektro dan 122 lulusan dari Jurusan Akuntansi.
Sedangkan pada Senin (28/9), sebanyak 526 lulusan mengikuti prosesi wisuda, terdiri dari 246 lulusan Jurusan Teknik Sipil dan 280 lulusan Jurusan Administrasi Niaga. Dengan demikian, total Wisuda ke-72 PNP mencapai 1.695 wisudawan.
Revalin mengatakan, PNP yang berdiri sejak 1987 kini telah memiliki 34.050 alumni yang tersebar di instansi pemerintah, BUMN, perusahaan swasta nasional maupun internasional.
Menurutnya, PNP tidak hanya melepas lulusan, tetapi juga tenaga profesional, teknisi, engineer, entrepreneur dan calon pemimpin masa depan yang diharapkan mampu berkontribusi di berbagai sektor.
“Ukuran keberhasilan kita bukan hanya berapa banyak mahasiswa yang lulus. Ukuran keberhasilan kita adalah ke mana mereka pergi setelah lulus, apa yang mereka kerjakan, seberapa besar manfaat yang mereka berikan kepada masyarakat, dan seberapa besar kontribusi serta dampaknya kepada bangsa dan negara,” katanya.
193 Wisudawan Sudah Bekerja
Revalin memaparkan, dari 1.552 lulusan PNP tahun 2025, sebanyak 1.011 alumni memberikan respons tracer study. Dari jumlah tersebut, 677 orang tercatat telah bekerja, 27 orang berwirausaha dan 34 orang melanjutkan pendidikan.
Sementara dari 1.695 wisudawan pada tahun ini, 193 orang telah bekerja dengan masa tunggu nol bulan.
Lulusan tersebut antara lain bekerja di PT LiuGong Machinery Manufacturing Indonesia sebanyak 39 orang, Kemendikdasmen-Sumbar 18 orang, PT Team Metal Indonesia 10 orang dan PT Trakindo Utama 10 orang.
Bahkan, terdapat enam wisudawan yang telah bekerja di Hungaria dan satu orang di Republik Ceko.
Namun, Revalin menilai capaian tersebut masih menjadi pekerjaan rumah bagi PNP. Kampus terus memperkuat hubungan dengan dunia industri melalui kurikulum bersama, program magang, project based learning, dosen praktisi dan sertifikasi kompetensi.
“PNP tidak ingin berhenti pada paradigma mahasiswa lulus, kemudian selesai. Kami ingin membangun ekosistem: masuk PNP, belajar, memperoleh kompetensi, mendapatkan pengalaman industri, memperoleh sertifikasi, membangun jejaring internasional dan akhirnya bekerja, berwirausaha atau melanjutkan pendidikan,” tegasnya.
Buka Jalan ke Dunia Internasional
PNP juga terus memperluas akses pendidikan dan dunia kerja internasional melalui kerja sama dengan perguruan tinggi dan industri di China, Taiwan, Jepang, Malaysia dan sejumlah negara lainnya.
Salah satunya program 2+1 bersama LiuGong Machinery dan Liuzhou Polytechnic University di China. Pada Batch 3 tahun 2026, sebanyak 128 mahasiswa PNP mengikuti proses seleksi.
Selain itu, PNP mengembangkan program 2+2 joint degree dengan mitra pendidikan di Guangdong, China. Pada 2026, sebanyak 36 alumni juga dipersiapkan untuk bekerja sebagai engineer bidang konstruksi di Jepang.
Revalin berpesan agar ijazah PNP tidak hanya dijadikan tiket mencari pekerjaan, tetapi menjadi paspor kompetensi untuk memasuki dunia kerja Indonesia maupun global.
“Jangan takut memulai dari bawah. Yang harus kalian jaga adalah integritas, kompetensi, disiplin, kerja keras dan kehormatan,” pesannya.
Ia berharap para lulusan mampu membawa nama baik keluarga, Sumatera Barat, Kota Padang dan PNP di mana pun mereka bekerja.
“Dari Padang menuju Indonesia. Dari Indonesia menuju dunia. Dan dari dunia, kembali membawa ilmu, pengalaman, teknologi, investasi dan kemajuan untuk Indonesia,” pungkasnya. (bs)

