UNAND Kukuhkan Tujuh Guru Besar Baru, Total Profesor Lebih 210 Orang dan Menjadi Terbanyak di Sumatera - Sumbar19.com | Mewartakan Dari Penjuru 19 Daerah
arrow_upward

UNAND Kukuhkan Tujuh Guru Besar Baru, Total Profesor Lebih 210 Orang dan Menjadi Terbanyak di Sumatera

Sabtu, 23 Agustus 2025, 14.55 WIB
Pengukuhan tujuh Guru Besar Universitas Andalas, Sabtu (23/8) ditandai dengan pemasangan kalung kehormatan oleh Ketua Dewan Profesor UNAND, Prof. apt. Marlina, Ph.D., disaksikan Wakil Rektor I Prof. Dr. Syukri Arief, M.Eng.

PADANG – Universitas Andalas (UNAND)  mengukuhkan tujuh Guru Besar baru dalam sidang terbuka Senat Akademik yang digelar di Convention Hall Kampus Limau Manis, Sabtu (23/8/2025).

Pengukuhan ini menambah deretan profesor di UNAND yang kini telah lebih dari 210 orang. Capaian tersebut meneguhkan posisi UNAND sebagai salah satu perguruan tinggi dengan jumlah guru besar terbanyak di Sumatera.

Dari tujuh profesor baru yang dikukuhkan, enam berasal dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dan satu dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB).

Mereka adalah Prof. Dr. Zilfa, M.S. (Ilmu Kimia Analitik, FMIPA) dengan orasi “Potensi Zeolit Alam Sumatera Barat untuk Perbaikan Kualitas Air serta Penanganan Limbah Organik dan Anorganik.”

Prof. Dr. Suryati, M.Si. (Kimia Organik Bahan Alam, FMIPA) dengan orasi “Potensi Minyak Atsiri Tumbuhan Sumatera Barat sebagai Senyawa Aktif Antikanker, Antimikroba, dan Antioksidan.”

Prof. Dr. Armaini, M.S. (Biokimia Pangan, FMIPA) dengan orasi “Peran Strategis Mikroalga dalam Inovasi Riset Obat dan Suplemen Alami di Era Bioteknologi.”

Prof. Yenny Narny, M.A., Ph.D. (Ilmu Sejarah Sosial, FIB) dengan orasi “Sejarah Sosial: Resiliensi dan Pelajaran Bertahan Hidup dari Pembunuhan Massal 1965.”

Prof. Dr. Dodi Devianto, M.Sc. (Statistika dan Sains Data, FMIPA) dengan orasi “Statistika dan Sains Data dalam Era Digital: Menggabungkan Kekuatan Analisis Deret Waktu dan Kecerdasan Buatan.”

Prof. Dr. Anthoni Agustien, M.S. (Mikrobiologi, FMIPA) dengan orasi “Eksplorasi Bakteri Termofilik Sumatera: Potensi Bioteknologi untuk Industri, Enzim, Bioenergi, dan Biomedis Berbasis Sumber Daya Hayati.”

Prof. Dr. Henny Herwina (Ilmu Entomologi, FMIPA) dengan orasi “The Green Guardians: Serangga di Jantung Konservasi Hayati.”

Pengukuhan ditandai dengan pemasangan kalung kehormatan oleh Ketua Dewan Profesor UNAND, Prof. apt. Marlina, Ph.D., disaksikan Wakil Rektor I Prof. Dr. Syukri Arief, M.Eng.

Ketua Dewan Profesor UNAND, Prof. Marlina, menyampaikan bahwa pengukuhan ini menjadi momentum penting yang memperkaya khazanah ilmu pengetahuan bangsa.

“Pengukuhan Guru Besar ini bukan hanya sebuah kebanggaan, tetapi juga sumber kekayaan intelektual yang akan memperkuat tanah air dalam bidang ilmu pengetahuan. Kontribusi para profesor baru diharapkan bermanfaat, tidak hanya bagi kampus, tapi juga bangsa dan dunia,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor UNAND yang diwakili Wakil Rektor I, Prof. Syukri Arief, pada sambutannya menegaskan bahwa Guru Besar bukan sekadar gelar akademik, melainkan simbol tanggung jawab moral dan puncak keilmuan.

“Guru Besar harus hadir bukan hanya di ruang kelas dan jurnal ilmiah, tetapi juga memberi solusi nyata bagi persoalan masyarakat, lingkungan, dan bangsa,” tegasnya.

Ia menambahkan, riset-riset para profesor baru menunjukkan kekayaan potensi ilmu pengetahuan di UNAND: mulai dari eksplorasi sumber daya alam Sumbar, bioteknologi, kecerdasan buatan, hingga kajian sejarah sosial dan konservasi keanekaragaman hayati.

“Ilmu pengetahuan tidak berhenti di ruang akademik, tetapi harus memberi dampak nyata bagi lingkungan, industri, kesehatan, dan kehidupan sosial masyarakat,” sebutnya.

Dengan bertambahnya tujuh profesor baru, UNAND semakin mantap dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

 “Mari kita jadikan ilmu sebagai jalan pengabdian, penelitian sebagai ladang harapan, dan pengabdian sebagai bukti cinta kepada bangsa dan umat manusia,” pungkas Prof. Syukri.