![]() |
| Warga Batu Busuk bergotong royong membersihkan material banjir di aliran sungai dengan peralatan seadanya |
Padang - Warga Batu Busuk, Kecamatan Pauh, Kota Padang, masih terisolasi akibat banjir bandang yang melanda beberapa hari lalu. Lebih dari 200 kepala keluarga (KK) yang tidak dapat keluar dari kampung mereka karena akses jalan yang putus.
Warga Batu Busuk, Jejen, meminta Pemerintah Kota (Pemko) Padang untuk turun tangan dan membuka akses jalan mereka yang putus.
"Kami sudah tidak bisa lagi menunggu, kami butuh akses jalan untuk keluar dari sini," kata Jejen, Kamis (11/12)
Jejen menyayangkan bahwa Pemko Padang seolah-olah tutup mata terhadap kondisi mereka.
"Kami sudah berhari-hari terisolasi, tidak ada bantuan yang datang, tidak ada alat berat yang dikirimkan," tambahnya.
Warga akhirnya bergotong royong membersihkan material banjir di aliran sungai dengan peralatan seadanya, berharap dapat membuka celah jalan sementara.
Namun upaya untuk membuka akses jalan yang putus terhambat oleh gundukan material kayu dan batu yang mengunung di tengah aliran sungai.
"Arus air meluber ke kawasan yang rendah dan menghancurkan akses jalan dan menyebabkan rumah kembali terendam," kata Jejen.
Warga Batu Busuk berharap agar Pemko Padang dapat segera turun tangan dan membantu mereka membuka akses jalan yang putus.
Mereka juga meminta agar Pemko Padang dapat memberikan bantuan yang lebih besar untuk membantu mereka memulihkan kondisi kampung mereka. (bs/rel)
