![]() |
| Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah saat meninjau langsung lokasi perbaikan Jembatan Kembar Padang Panjang, Sabtu (17/1/2026). |
PADANG PANJANG — Perbaikan jembatan kembar di Kota Padang Panjang yang rusak parah akibat bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025 terus dikebut. Jalan nasional di jalur Padang–Bukittinggi itu ditargetkan dapat kembali difungsikan secara normal sebelum libur Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah.
Jembatan yang berada di Kelurahan Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat, tersebut merupakan salah satu akses vital transportasi di Sumatera Barat, khususnya bagi arus kendaraan dari dan menuju Kota Padang serta Bukittinggi.
Kondisi ini kian krusial karena jalur Padang Lua–Malalak juga terputus akibat bencana yang sama. Saat ini, jalur Sitinjau Lauik menjadi satu-satunya akses utama bagi kendaraan berat maupun kendaraan lainnya dari Kota Padang ke wilayah timur Sumatera Barat.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengatakan, progres perbaikan jembatan menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan, seiring dengan semakin lengkapnya peralatan di lapangan.
“Peralatan pendukung sekarang sudah semakin lengkap. Insyaallah, jelang libur Lebaran jembatan ini bisa kembali difungsikan secara normal,” kata Mahyeldi saat meninjau langsung lokasi perbaikan, Sabtu (17/1/2026).
Berdasarkan laporan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, perbaikan jembatan membutuhkan pemasangan sekitar 726 tiang penyangga serta dukungan alat berat dalam jumlah besar. Untuk mempercepat pengerjaan, BPJN juga mengupayakan penambahan delapan unit alat berat di lokasi.
Mahyeldi berharap seluruh proses perbaikan dapat selesai sesuai target, mengingat jalur tersebut merupakan urat nadi transportasi yang akan mengalami peningkatan volume kendaraan menjelang arus mudik Lebaran.
“Kita tentu berharap pengerjaan berjalan lancar dan selesai tepat waktu. Kepastian teknis selanjutnya akan disampaikan oleh BPJN,” ujarnya.
Selain meninjau jembatan, Mahyeldi juga memantau kegiatan normalisasi sungai di kawasan Mega Mendung dan sekitarnya sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bencana susulan. Dalam kesempatan itu, ia juga memberikan sejumlah instruksi teknis kepada pihak BPJN di lapangan.
Sebelumnya, setelah sempat ditutup total akibat kerusakan berat, jembatan kembar Padang Panjang kembali dibuka secara terbatas untuk kendaraan roda dua dan roda empat melalui uji coba fungsional ruas Padang–Padang Panjang–Bukittinggi pada 16–21 Desember 2025.
Pada masa uji coba tersebut, akses lalu lintas dibuka pukul 16.00 WIB hingga 09.00 WIB, sementara pada pukul 09.00 WIB hingga 16.00 WIB jalan ditutup total untuk mendukung percepatan pekerjaan.
Selanjutnya, sejak Sabtu (20/12/2025), jam operasional kembali disesuaikan, yakni akses hanya dibuka pukul 17.00 WIB hingga 08.00 WIB. Di luar jam tersebut, jalan ditutup total agar proses perbaikan jembatan dapat berlangsung optimal. (bs)
