![]() |
| Direktur Operasi II Hutama Karya, Mardiansyah, ke PT Semen Padang, Selasa (24/3/2026) meninjau rumah contoh Sepablock yang berada di kawasan utara lapangan Semen Padang FC. |
PADANG – PT Hutama Karya (Persero) mulai melirik inovasi konstruksi berbasis Sepablock (Semen Padang Bata Interlock) sebagai solusi pembangunan hunian, termasuk untuk korban bencana.
Ketertarikan ini ditandai dengan kunjungan Direktur Operasi II Hutama Karya, Mardiansyah, ke PT Semen Padang, Selasa (24/3/2026). Ia datang langsung meninjau rumah contoh Sepablock yang berada di kawasan utara lapangan Semen Padang FC.
Kunjungan tersebut disambut Direktur Utama PT Semen Padang, Pri Gustari Akbar, bersama jajaran manajemen. Agenda utamanya adalah menjajaki peluang kerja sama pemanfaatan Sepablock dalam proyek-proyek konstruksi, termasuk pembangunan hunian tetap (huntap).
Mardiansyah mengaku ingin melihat langsung kualitas teknologi Sepablock serta potensi penerapannya di lapangan.
“Kami ingin memahami lebih jauh keunggulan Sepablock, baik dari sisi efisiensi pembangunan maupun kualitas materialnya. Ini penting untuk mendukung proyek-proyek konstruksi yang kami jalankan,” ujarnya.
Menurutnya, inovasi ini sangat relevan untuk menjawab kebutuhan hunian layak, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Ia bahkan mendorong agar produksi Sepablock dapat ditingkatkan guna memenuhi kebutuhan pasar yang lebih luas.
Usai meninjau rumah contoh, Mardiansyah mengaku terkesan. Dari sisi tampilan luar, bangunan terlihat estetik dengan kesan premium. Sementara di bagian dalam, tingkat kenyamanan dinilai tinggi.
“Hunian ini sangat layak. Bahkan kualitasnya sudah melalui berbagai uji teknologi dan standar yang berlaku,” katanya.
Ia menilai Sepablock sebagai inovasi anak bangsa yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara nasional.
Sementara itu, Direktur Utama PT Semen Padang, Pri Gustari Akbar, menyebut kunjungan ini sebagai momentum strategis untuk memperkenalkan teknologi konstruksi yang efisien dan berkualitas tinggi.
Kepala Departemen Bisnis Non Semen & Produk Turunan PT Semen Padang, Ridwan Muchtar, mengungkapkan salah satu keunggulan utama Sepablock adalah kecepatan pembangunan.
“Untuk hunian tetap, waktu pembangunannya bisa sekitar 30 hari. Selain cepat, kualitasnya juga sangat baik,” ujarnya.
Menariknya, menurut penilaian Hutama Karya, rumah berbasis Sepablock tidak lagi tergolong rumah sederhana, melainkan sudah masuk kategori premium.
“Ini menjadi nilai tambah penting. Kita tidak hanya membangun rumah layak, tapi juga menghadirkan hunian yang bermartabat bagi masyarakat, termasuk korban bencana,” kata Ridwan.
Ke depan, Hutama Karya juga mendorong adanya sinergi lintas sektor agar teknologi Sepablock dapat diadopsi lebih luas, khususnya di Sumatera Barat.(bs)
