25 PTN Hadir di UNAND, BKS PTN Barat Fokus Lahirkan Produk Riset Berdampak - Sumbar19.com | Mewartakan Dari Penjuru 19 Daerah
arrow_upward

25 PTN Hadir di UNAND, BKS PTN Barat Fokus Lahirkan Produk Riset Berdampak

Selasa, 21 Juli 2026, 18.35 WIB

 

Ketua Forum BKS-PTN Barat, Prof. Dr. Revis Asra, S.Si., M.Si didampingi Sekretaris Forum BKS-PTN Barat Arif Rahman dan Wakil Rektor IV UNAND Bidang Perencanaan, Riset, Inovasi, dan Kerja Sama, Prof. Dr. Henmaidi, S.T., M.Eng.Sc.,

PADANG, –  Sebanyak 25 perguruan tinggi negeri (PTN) hadiri Forum Wakil Rektor Bidang Kerja Sama Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri (BKS PTN) Barat yang digelar di Universitas Andalas (UNAND). Tingginya partisipasi tersebut menjadi capaian tersendiri karena melampaui jumlah peserta pada pertemuan-pertemuan sebelumnya.

Ketua Forum BKS-PTN Barat, Prof. Dr. Revis Asra, S.Si., M.Si., mengatakan antusiasme peserta menunjukkan semakin kuatnya komitmen perguruan tinggi untuk membangun kolaborasi dalam menghasilkan riset yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Yang sudah bergabung ada 25 PTN. Ini luar biasa, jumlahnya lebih banyak dibandingkan pertemuan sebelumnya," ujarnya saat diwawancarai di Convention Hall UNAND, Selasa (21/7).

Menurut Revis Asra, forum ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah mengenai universitas yang berdampak, yakni perguruan tinggi yang mampu menghadirkan inovasi dan hasil riset yang bermanfaat bagi masyarakat serta berkontribusi terhadap pembangunan bangsa.

Ia menilai, Universitas Andalas telah menunjukkan komitmen tersebut melalui berbagai hasil riset yang berhasil dihilirisasikan. Bahkan, sejumlah produk inovasi UNAND telah masuk dalam e-katalog pemerintah sehingga dapat dimanfaatkan secara lebih luas.

"UNAND sudah menunjukkan hasil-hasil riset yang berdampak. Beberapa produknya bahkan sudah masuk ke e-katalog. Ini menjadi bukti bahwa hasil penelitian perguruan tinggi bisa diterapkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat," katanya.

Revis Asra menegaskan, forum BKS PTN Barat diharapkan menjadi wadah bagi setiap perguruan tinggi untuk saling melengkapi sesuai keunggulan masing-masing, sehingga mampu melahirkan inovasi yang memiliki nilai manfaat dan nilai ekonomi.

"Misalnya di Universitas A mungkin ada ahli pada bidang tertentu, sementara Universitas B memiliki keahlian di bidang lain. Kolaborasi itu yang akan kita bangun agar lahir produk yang benar-benar berdampak dan bermanfaat bagi masyarakat," jelasnya.

Selain dihadiri para wakil rektor bidang kerja sama, forum tersebut juga melibatkan para Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) anggota BKS PTN Barat. Selama ini, kerja sama antarkampus telah terjalin melalui penelitian bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, hingga pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Namun, menurutnya, kolaborasi dalam aspek hilirisasi hasil riset masih perlu diperkuat.

"Karena itu, pada pertemuan kali ini kami fokus membangun kolaborasi untuk menghasilkan produk-produk hasil hilirisasi yang benar-benar bisa dimanfaatkan masyarakat. Ini menjadi langkah penting agar riset perguruan tinggi tidak berhenti sebagai publikasi ilmiah, tetapi menjadi solusi nyata bagi kebutuhan bangsa," tegasnya.

Ia menambahkan, sejumlah perguruan tinggi anggota BKS PTN Barat telah menunjukkan keberhasilan dalam menghilirisasikan hasil riset. Universitas Syiah Kuala, misalnya, berhasil mengembangkan minyak nilam yang kini diekspor ke Prancis sebagai bahan baku industri parfum. Sementara Universitas Andalas telah menghasilkan berbagai produk berbasis gambir, seperti tinta, sampo, dan sejumlah produk inovatif lainnya.

"Ke depan kami berharap kolaborasi ini melahirkan lebih banyak lagi produk hasil riset yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Inilah tujuan utama forum ini, membangun kolaborasi riset yang mampu menghasilkan produk nyata dan berdampak," jelasnya.(bs)