![]() |
| Festival Alek Nagari Nan XX ke-III resmi dibuka Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir di Komplek Kehakiman Cengkeh Nan XX, Kelurahan Cengkeh Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Sabtu (11/7). |
Padang, – Festival Alek Nagari Nan XX ke-III resmi dibuka Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir di Komplek Kehakiman Cengkeh Nan XX, Kelurahan Cengkeh Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Sabtu (11/7).
Kegiatan yang didukung melalui Pokok Pikiran (Pokir) Anggota DPRD Kota Padang Yendril itu menjadi ajang pelestarian adat dan budaya Minangkabau sekaligus mendukung pengembangan sektor gastronomi Kota Padang.
Pembukaan festival turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang Yasril, Camat Lubuk Begalung Ikrar Prakarsa, Wali Kota Padang periode 2021–2024 Hendri Septa, Anggota DPRD Kota Padang Yendril, Ketua Umum Pelaksana James Hellyward, unsur Forkopimca, tokoh adat, tokoh masyarakat, Bundo Kanduang, serta tamu undangan lainnya.
Maigus Nasir mengapresiasi konsistensi masyarakat Nagari Nan XX dalam menjaga nilai-nilai adat melalui penyelenggaraan Alek Nagari. Menurutnya, semangat kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat kehidupan bernagari.
"Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangkitkan kembali batang tarandam dan mengembalikan sirih ke gagang, pinang ke tampuknya. Semangat kebersamaan seperti inilah yang harus terus kita jaga," ujarnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan Anggota DPRD Kota Padang melalui dana Pokir sehingga festival dapat terselenggara dengan baik.
Lebih lanjut, Maigus menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Padang bersama DPRD telah mengesahkan Peraturan Daerah Kota Padang Nomor 5 Tahun 2026 tentang Penguatan Lembaga Adat dan Pelestarian Nilai-Nilai Budaya Minangkabau. Perda tersebut diharapkan menjadi landasan hukum dalam memperkuat peran lembaga adat di tengah masyarakat.
"Kami berharap Perda ini dapat menjadi payung hukum bagi kaum adat di Kota Padang untuk terus melestarikan adat dan budaya Minangkabau melalui berbagai kegiatan di tengah masyarakat, sehingga nilai-nilai tersebut tetap diwariskan kepada anak kemenakan dan generasi penerus," katanya.
Anggota DPRD Kota Padang Yendril berharap Alek Nagari terus dilaksanakan setiap tahun sebagai upaya menjaga identitas budaya Minangkabau sekaligus mempererat silaturahmi masyarakat.
"Mudah-mudahan kegiatan seperti ini dapat terus dipertahankan dan dilaksanakan setiap tahun sehingga nilai-nilai adat, budaya, dan kebersamaan masyarakat tetap terjaga. Alek Nagari Nan XX juga diharapkan terus menjadi wadah mempererat silaturahmi masyarakat di Kecamatan Lubuk Begalung," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum Pelaksana James Hellyward menjelaskan, Alek Nagari Nan XX tahun ini juga diarahkan untuk mendukung langkah Pemerintah Kota Padang meraih predikat Gastronomy City dari UNESCO.
Menurutnya, festival menghadirkan berbagai potensi daerah, mulai dari bazar UMKM, prosesi adat seperti makan bajamba dan batagak gala, hingga lomba pembuatan kuliner khas Minangkabau seperti marandang dan malamang.
"Dalam Alek Nagari ini ditampilkan berbagai potensi daerah mulai dari bazar UMKM, prosesi adat seperti makan bajamba dan batagak gala, hingga lomba pembuatan kuliner khas Minangkabau seperti marandang dan malamang," katanya.
Ia berharap festival tersebut menjadi masukan bagi Pemerintah Kota Padang dalam menyusun konsep pengembangan gastronomi daerah yang mampu mengangkat potensi kuliner, budaya, sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat.(bs)
