PNP Dorong Triple Helix, Industri dan Pendidikan Bersatu Hadapi Revolusi Teknologi - Sumbar19.com | Mewartakan Dari Penjuru 19 Daerah
arrow_upward

PNP Dorong Triple Helix, Industri dan Pendidikan Bersatu Hadapi Revolusi Teknologi

Kamis, 08 Oktober 2026, 19.07 WIB

 

Beifang Automotive Education di Gedung Pekan Kreatif Mahasiswa (PKM) PNP, Kamis (8/10).

Perkuat Vokasi Berbasis Industri, Hadapi Era Kendaraan Listrik dan Otomasi

Padang, —Politeknik Negeri Padang (PNP) memperkuat langkah transformasi pendidikan vokasi untuk menjawab perubahan teknologi industri, khususnya perkembangan kendaraan energi baru, otomasi, sistem kontrol, telekomunikasi, hingga alat berat bertenaga listrik.

Komitmen tersebut mengemuka dalam seminar Promoting Rise Through Triple Helix yang digelar dalam rangkaian Beifang Automotive Education di Gedung Pekan Kreatif Mahasiswa (PKM) PNP, Kamis (8/10).

Kegiatan tersebut mempertemukan unsur perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia industri. Sejumlah pembicara hadir, di antaranya Project Manager Beifang Automotive Education Ni Luh Putu Indira Shinta Pradnyani, International Curriculum Director Beifang Sun Liwei, Wali Kota Padang Fadly Amran, Director General of Vocation Training & Productivity Darmawansyah, Direktur PNP Revalin Herdianto, Marketing Director Beifang Automotive Education Lulu Cao, serta dosen PNP Ramat Hafiz.

Marketing Director Beifang Automotive Education, Lulu Cao, mengatakan perkembangan kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV) tidak cukup hanya mengandalkan kemajuan teknologi. Transformasi tersebut harus dibarengi kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.

Dalam pemaparannya secara daring melalui Zoom, Lulu menyebut sektor transportasi masih menjadi salah satu sumber emisi gas rumah kaca. Karena itu, pengembangan kendaraan listrik, kendaraan berbasis hidrogen, dan teknologi kendaraan otonom menjadi bagian penting dalam upaya menuju target net zero emission 2060.

“Transisi ini tidak hanya tentang teknologi, tapi juga tentang kesiapan SDM. Industri kendaraan energi baru membutuhkan tenaga ahli yang memahami sistem, perawatan, hingga produksi,” ujar Lulu.

Ia mencontohkan perkembangan industri kendaraan energi baru di Tiongkok yang berlangsung pesat. Menurutnya, sekitar 60 persen kendaraan yang beroperasi di jalan-jalan Tiongkok saat ini merupakan kendaraan energi baru.

Indonesia, lanjut Lulu, juga memiliki peluang besar untuk mengembangkan industri kendaraan listrik. Selain memiliki sumber daya nikel sebagai salah satu bahan penting dalam rantai pasok baterai, Indonesia juga terus mendorong pembangunan ekosistem kendaraan listrik.

Beifang Auto, katanya, turut mengembangkan pusat pelatihan dan kurikulum yang disesuaikan dengan perkembangan teknologi kendaraan energi baru. Materinya mencakup teknologi kendaraan listrik, sistem berbasis hidrogen, hingga kendaraan otonom.

Pembelajaran dirancang dengan kombinasi praktik laboratorium serta pembelajaran daring dan luring, sehingga peserta tidak hanya memahami teori tetapi juga memperoleh pengalaman praktik.

“Kami percaya bahwa kolaborasi antara industri dan pendidikan sangat penting. Kami ingin membantu membekali generasi muda dengan keterampilan teknis agar siap menghadapi revolusi kendaraan masa depan,” katanya.

Pembukaan seminar Promoting Rise Through Triple Helix yang digelar dalam rangkaian Beifang Automotive Education di Gedung Pekan Kreatif Mahasiswa (PKM) PNP, Kamis (8/10).

Direktur PNP Revalin Herdianto mengatakan perubahan teknologi industri dan transformasi energi bukan lagi sekadar isu masa depan. Perubahan tersebut sudah berlangsung sehingga pendidikan vokasi harus segera beradaptasi.

Menurutnya, kesiapan menghadapi perubahan industri membutuhkan kolaborasi kuat antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha.

Revalin menekankan pentingnya membangun ekosistem triple helix. Perguruan tinggi berperan sebagai pusat inovasi sekaligus penyiap SDM terampil, pemerintah membangun regulasi dan ekosistem pendukung, sedangkan industri menjadi pengguna teknologi sekaligus mitra pengembangan kompetensi tenaga kerja.

“Perguruan tinggi sebagai think tank untuk inovasi dan perubahan, menyiapkan SDM yang terampil. Pemerintah harus membangun regulasi dan didukung oleh dunia industri. Tanpa itu, ekosistem ini tidak akan terjadi,” tegasnya.

Ia mengatakan kebutuhan industri ke depan tidak hanya tenaga kerja, tetapi juga teknisi, tenaga perawatan, tenaga ahli sistem kontrol, otomasi, telekomunikasi, hingga kompetensi teknik lainnya.

Perubahan sistem kerja yang sebelumnya banyak dilakukan secara manual kini bergeser menuju sistem berbasis komputer, otomatisasi, dan teknologi digital.

“Sekarang sistem kontrol sudah tidak manual lagi. Sudah menggunakan kontrol komputer. Ini peluang kita sangat besar,” ujarnya.

Karena itu, PNP akan terus menyesuaikan kurikulum agar mahasiswa tidak hanya menguasai kompetensi teknik konvensional, tetapi juga mampu memahami teknologi baru yang berkembang di industri.

Transformasi teknologi tersebut juga mulai diarahkan ke sektor alat berat. Revalin mengungkapkan PNP telah mendapat tawaran kerja sama dari salah satu perusahaan besar untuk pengembangan workshop alat berat bertenaga listrik.

Menurutnya, perkembangan alat berat listrik menjadi peluang strategis bagi pendidikan vokasi sekaligus bagian dari transformasi menuju penggunaan energi yang lebih bersih.

“Ini merupakan peluang yang sangat besar dalam menghadapi transisi energi baru dan terbarukan,” katanya.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, PNP tidak hanya akan menyesuaikan kurikulum. Kompetensi dosen dan teknisi juga harus diperbarui, sementara mahasiswa perlu mendapatkan pengalaman langsung melalui pemagangan di industri.

“Fokusnya mulai dari kurikulum, pelatihan dosen, pelatihan teknisi, kemudian pemagangan mahasiswa. Ini yang harus kita tingkatkan,” jelas Revalin.

Ia mengingatkan bahwa otomatisasi, mesin, dan robot akan semakin mengambil alih pekerjaan yang bersifat repetitif. Namun, perkembangan tersebut sekaligus menciptakan jenis pekerjaan baru yang membutuhkan kompetensi berbeda.

“Kalau kita masih mengajarkan hal-hal yang sama dari 20 tahun yang lalu, kita akan tertinggal. Pekerjaan yang bersifat repetitif semakin banyak yang dapat dilakukan oleh mesin, otomatisasi, dan robot,” tuturnya.

Menurut Revalin, berkembangnya kawasan industri dan pembangunan pabrik di berbagai daerah Indonesia menjadi peluang besar bagi PNP untuk menghasilkan tenaga teknis yang mampu mengoperasikan, memelihara, sekaligus mengembangkan teknologi industri.

Sementara itu, Wali Kota Padang Fadly Amran mendorong agar perkembangan teknologi dan kolaborasi antarlembaga dapat diterjemahkan menjadi program konkret yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Fadly menyambut baik kolaborasi yang dibangun melalui kegiatan tersebut. Namun, ia mengingatkan agar kerja sama tidak berhenti pada seremoni.

“Kita harus melangkah jauh, keeping forward. Bagaimana kita bisa memanfaatkan teknologi ini,” ujarnya.

Menurut Fadly, pemerintah tidak dapat berjalan sendiri dalam menghadapi perkembangan teknologi. Kolaborasi dengan perguruan tinggi, lembaga pemerintah, dunia industri, dan berbagai pihak lainnya perlu diperkuat agar inovasi dapat diterapkan secara nyata.

“Ayo kita kawal bagaimana kerja sama ini bisa menopang pemerintah setempat ataupun lembaga-lembaga yang ada. Bagaimana agar hal ini konkret bisa kita wujudkan secara bersama-sama,” katanya.

Ia menegaskan pemanfaatan teknologi harus diarahkan untuk kepentingan masyarakat luas, terutama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan membuka ruang bagi generasi muda untuk berkembang.

“Kita ingin anak-anak kita mendapatkan manfaat. Bukan hanya untuk pribadi saya, tetapi untuk banyak orang,” tegasnya.

Fadly berharap sinergi antara PNP, pemerintah, dan dunia industri dapat melahirkan program-program konkret yang memperkuat SDM Kota Padang sekaligus mempersiapkan generasi muda menghadapi perubahan teknologi dan dunia kerja masa depan.

Kolaborasi triple helix tersebut, pada akhirnya, diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan yang siap bekerja, tetapi juga melahirkan SDM yang mampu beradaptasi, menciptakan inovasi, dan ikut membangun ekosistem industri masa depan.(bs)