Padang Jadi Kota Percontohan Sanitasi Aman - Sumbar19.com | Mewartakan Dari Penjuru 19 Daerah
arrow_upward

Padang Jadi Kota Percontohan Sanitasi Aman

Kamis, 21 Agustus 2025, 20.23 WIB

 

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Sanitation Infrastructure and Institutional Support Program (SIIP), Kamis (21/8/2025). 

Tata Kelola Sanitasi Aman Jadi Prioritas Hingga 2026

PADANG — Kota Padang melangkah lebih maju dalam mewujudkan layanan sanitasi yang aman dan berkelanjutan. Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menegaskan komitmen pemerintah kota untuk menghadirkan tata kelola sanitasi yang baik demi kualitas hidup masyarakat.

Hal itu disampaikan Maigus saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Sanitation Infrastructure and Institutional Support Program (SIIP), Kamis (21/8/2025). 

Program ini merupakan hasil kerjasama Kementerian PUPR dengan Pemerintah Kota Padang, dan menetapkan Padang sebagai salah satu dari lima kota percontohan sanitasi aman di Indonesia.

“Sanitasi adalah kunci terciptanya masyarakat sehat, produktif, dan berkelanjutan. Melalui forum ini, kita berharap lahir kesepakatan bersama untuk memperkuat kapasitas kelembagaan, investasi infrastruktur, serta kolaborasi lintas sektor,” kata Maigus.

SIIP sendiri berlangsung sejak 2024 hingga Januari 2026. Program ini menekankan tiga agenda besar: pengembangan kapasitas, rencana investasi infrastruktur sanitasi (baik optimalisasi maupun pembangunan baru), serta identifikasi peluang kemitraan dengan berbagai pihak.

Perwakilan Kemitraan Indonesia Australia untuk Infrastruktur (KIAT), Lutz Kleeberg, menilai dukungan pemerintah kota sangat menentukan keberhasilan program.

 “Komitmen itu diperlukan untuk menginisiasi perubahan kebiasaan, meningkatkan kesadaran, dan menciptakan ekosistem yang mendukung pemanfaatan infrastruktur sanitasi,” ujarnya.

Dari sisi pemerintah pusat, Direktorat Sanitasi Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR, melalui perwakilannya Marsaulina Pasaribu, menyebut target nasional sanitasi aman ditetapkan sebesar 30 persen pada 2029. 

“Target ini cukup ambisius, mengingat capaian saat ini baru 10,25 persen. Karena itu, kolaborasi berbasis kebutuhan daerah sangat dibutuhkan,” tegasnya.

FGD ini menjadi rangkaian penting dalam menyusun dokumen perencanaan pengelolaan air limbah domestik yang implementatif. 

Dengan adanya program ini, Kota Padang diharapkan mampu memperluas layanan sanitasi, meningkatkan kesehatan lingkungan, sekaligus menjadi model bagi daerah lain di Indonesia.(bs)