![]() |
| Pelaksanaan Wisuda Ke 70 PNP, Sabtu (13/9/2025). |
Surfa Yondri Sampaikan Pesan untuk Wisudawan PNP Siap Berlari Lebih Cepat
Ribuan wajah berseri memenuhi Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa Politeknik Negeri Padang (PNP) pada Sabtu pagi, 13 September 2025. Balutan toga hitam dari 795 wisudawan dan senyum bangga dari para orang tua menciptakan suasana haru sekaligus penuh semangat.
Inilah momen yang telah lama ditunggu setelah beberapa tahun ini bersatus mahasiswa dan menjalani pendidikan di kampus vokasi tersebut. Pada wisuda ke-70 PNP yang berlangsung selama dua hari, Sabtu (13/9/2025) dan Minggu (14/9/2025), totalnya sebanyak 1.444 wisudawan resmi dilepas menuju babak baru kehidupan.
Pada hari pertama pelaksanaan Wisuda Ke 70 PNP Sabtu (13/9/2025) tersebut sebanyak 795 lulusan yang diwisuda. Gedung PKM Politeknik Negeri Padang (PNP) berubah menjadi lautan toga.
Ada tawa, ada tangis bahagia, ada rasa lega yang membuncah dari para wisudawan, serta momen haru dan bangga para orangtua saat nama anaknya dipanggil ke depan untuk pemindahan jambul wisudawan.
Direktur PNP Surfa Yondri berdiri dengan wibawa melakukan pemindahan jambul toga para wisudawan didampingi ketua jurusan masing-masing yang menyerahkan ijazah lulusannya.
Di hadapan ribuan hadirin, Direktur PNP Surfa Yondri menyampaikan pesan yang menggugah dalam sambutannya. Suaranya lantang, namun penuh kehangatan, menembus gemuruh tepuk tangan dan rasa syukur yang menggema di ruangan PKM PNP tersebut.
“Industri dan masyarakat sangat membutuhkan SDM yang adaptif, fleksibel, kreatif, inovatif, menguasai teknologi informasi dan bahasa internasional, serta memiliki jiwa kepemimpinan,” ujar Surfa Yondri yang akan mengakhiri masa jabatan periode keduanya pada Desember mendatang.
Pesan itu bukan sekadar nasihat, tapi sebuah tantangan bagi para wisudawan untuk berani menembus batas. Kalimat itu seakan menegaskan pesan penting: dunia kerja kini tak lagi mengenal batas negara, dan para lulusan harus siap berlari lebih cepat.
Tahun ini, PNP bukan hanya menambah daftar panjang alumni yang kini mencapai 32.042 orang. Alumninya tersebar di berbagai sektor, baik pemerintahan, BUMN, swasta, maupun wirausaha.
Pada wisuda kali ini, tercatat 101 lulusan telah bekerja sebelum resmi diwisuda, menjadi indikator keberhasilan pendidikan vokasi, dan menorehkan catatan membanggakan.
Sebanyak 101 wisudawan pada Wisuda Ke 70 PNP tersebut sudah bekerja bahkan sebelum mereka resmi diwisuda. Fakta ini menjadi bukti nyata bahwa lulusan vokasi memang dilirik industri karena siap kerja dan berdaya saing.
Kiprah internasional pun makin diperkuat. Belasan mahasiswa PNP akan berangkat ke luar negeri mengikuti program student mobility di Cina dan Taiwan. Bahkan, kerja sama dengan perusahaan besar Liu Gong telah menghadirkan hibah alat berat dan simulator yang kini menjadi fasilitas pembelajaran di kampus.
“Kita ingin mahasiswa PNP tidak hanya berkiprah di dalam negeri, tapi juga mampu bersaing di level global,” tuturnya penuh optimisme.
Namun, wisuda bukan hanya tentang angka. Ada kisah perjuangan di balik setiap toga yang dikenakan. Ada air mata orang tua yang terbayar lunas, ada doa panjang yang menemani setiap perjalanan kuliah, ada pengorbanan waktu dan tenaga untuk sampai di titik ini.
Surfa Yondri tak lupa mengingatkan, ilmu yang diperoleh harus memberi dampak bagi masyarakat. Melalui program KKN Tematik, nagari digital, bina desa, hingga robot deteksi narkoba, PNP berkomitmen hadir memberikan solusi bagi persoalan bangsa.
Seiring tepuk tangan terakhir yang menggema, wajah-wajah muda itu melangkah dengan penuh percaya diri. Wisuda ke-70 PNP bukan sekadar seremoni, melainkan pintu gerbang bagi 1.444 anak bangsa untuk menorehkan cerita baru, cerita tentang keberanian, kerja keras, dan mimpi yang menjelajah dunia. (bs)
.jpg)