![]() |
| Sekretaris Utama BNPB Rustian saat meninjau lokasi rencana pembangunan Huntap di Ladang Laweh, Kecamatan Rambatan, Rabu (7/1/2026), bersama Wakil Bupati Tanahdatar Ahmad Fadly |
TANAHDATAR, — Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Rustian meminta Pemerintah Kabupaten Tanahdatar mempercepat pembangunan Hunian Tetap (Huntap) dan Hunian Sementara (Huntara) bagi warga terdampak bencana.
Permintaan tersebut disampaikan Rustian saat meninjau lokasi rencana pembangunan Huntap di Ladang Laweh, Kecamatan Rambatan, Rabu (7/1/2026), bersama Wakil Bupati Tanahdatar Ahmad Fadly.
Rustian meminta pemerintah daerah segera menyelesaikan pembebasan lahan agar pembangunan 129 unit Huntap dapat segera dimulai. Saat ini, Pemkab Tanahdatar telah menyiapkan lahan seluas sekitar 1,8 hektare.
“Kalau lahan untuk pembangunan 129 unit Huntap masih kurang, silakan ajukan tambahan ke pemerintah provinsi. Nanti saya sampaikan, paling tidak bisa ditambah sekitar tiga hektare lagi,” ujar Rustian.
Ia juga menegaskan pentingnya pendataan warga calon penghuni Huntap, sekaligus memastikan kesiapan masyarakat untuk direlokasi. Bagi warga yang tidak memilih tinggal di Huntap, pemerintah akan memfasilitasi relokasi mandiri dengan syarat lokasi hunian aman dari potensi bencana.
Selain Huntap, Rustian juga meninjau pembangunan 23 unit Huntara di Padang Kunyik, Nagari Bungo Tanjung, Kecamatan Batipuh. Dari jumlah tersebut, lima unit telah selesai dibangun.
“Saya minta pembangunan dipercepat supaya masyarakat bisa segera menempati hunian sementara. Saya harap bisa selesai dalam dua atau tiga pekan ke depan,” katanya.
Rustian juga meninjau lokasi pembangunan 15 unit Huntara di dekat Kantor Camat Batipuh Selatan dan meminta pekerjaan segera dirampungkan. Bagi warga yang tidak memilih tinggal di Huntara, BNPB akan memberikan bantuan biaya kontrak sebesar Rp 600.000 per bulan selama tiga bulan.
Wakil Bupati Tanahdatar Ahmad Fadly menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat melalui BNPB. Ia mengatakan, Tanahdatar memperoleh kuota pembangunan 129 unit Huntap yang direncanakan dibangun di Kecamatan Rambatan.
“Bagi masyarakat yang memilih relokasi mandiri, juga akan difasilitasi, asalkan lahan untuk membangun tidak bermasalah dan aman dari potensi bencana,” kata Ahmad Fadly.
Ia menambahkan, pemerintah daerah juga akan memastikan keakuratan data warga terdampak, termasuk untuk rumah rusak ringan dan rusak sedang, agar bantuan dari BNPB dan kementerian terkait dapat segera direalisasikan.
Peninjauan tersebut turut diikuti jajaran BNPB, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tanahdatar, Kepala Pelaksana BPBD, camat, serta sejumlah organisasi perangkat daerah terkait. Pada kesempatan itu, BNPB juga menyerahkan bantuan kepada masyarakat terdampak banjir, banjir bandang, dan tanah longsor. (bs)
