![]() |
| Evakuasi warga terdampak banjir di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam |
Agam, – Seluruh warga terdampak banjir di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Kondisi banjir telah berangsur surut, Minggu (19/7/2026).
Kepala Kantor SAR Kelas A Padang, Abdul Malik, mengatakan operasi SAR dilakukan menyusul jebolnya tanggul Sungai Batang Tumayo akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu (18/7) sore. Curah hujan tinggi di kawasan hulu Danau Maninjau menyebabkan debit sungai meningkat hingga meluap ke permukiman warga.
"Kami menerima laporan pada Sabtu pukul 19.22 WIB. Tim Rescue Unit Siaga SAR Agam langsung diberangkatkan pada pukul 19.39 WIB menuju lokasi untuk melakukan evakuasi bersama unsur SAR gabungan," kata Abdul Malik.
Sebanyak enam personel Rescue Unit Siaga SAR Agam diterjunkan menuju lokasi yang berjarak sekitar 39 kilometer dengan estimasi waktu tempuh satu jam sembilan menit.
Setibanya di lokasi sekitar pukul 21.00 WIB, tim langsung berkoordinasi dengan unsur terkait dan melaksanakan evakuasi warga di dua wilayah terdampak, yakni Jorong Kubu dan Jorong Labuah.
Di Jorong Kubu, sekitar 200 warga melakukan evakuasi secara mandiri. Sementara di Jorong Labuah, sekitar 243 warga juga berhasil mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Namun, tujuh warga sempat terjebak banjir sehingga harus dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan pada pukul 22.05 WIB.
"Total sekitar 450 warga terdampak banjir di dua jorong tersebut dan seluruhnya dalam kondisi selamat. Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian ini," ujar Abdul Malik.
Ia menjelaskan, menjelang pagi sekitar pukul 05.40 WIB, debit air mulai surut dan situasi di lokasi dinyatakan aman sehingga sebagian besar warga telah kembali ke rumah masing-masing. Selanjutnya, pada pukul 06.00 WIB seluruh unsur SAR gabungan melaksanakan debriefing sebelum kembali ke satuan masing-masing.
Operasi SAR melibatkan Unit Siaga SAR Agam, BPBD Kabupaten Agam, Polri, PMI, perangkat kecamatan, perangkat nagari, Tagana, Kelompok Siaga Bencana (KSB), serta masyarakat.
Dalam operasi tersebut, tim menggunakan rescue truck, peralatan SAR air, motor trail, peralatan mountaineering, peralatan evakuasi, peralatan medis, dan peralatan komunikasi. Proses evakuasi sempat terkendala hujan yang masih turun serta minimnya penerangan di lokasi.
"Dengan seluruh warga telah berhasil dievakuasi, banjir mulai surut, dan situasi telah dinyatakan aman, operasi SAR diusulkan untuk ditutup. Kami mengapresiasi sinergi seluruh unsur SAR gabungan yang bekerja cepat sehingga seluruh warga dapat diselamatkan," tutup Abdul Malik. (mb)
.jpg)