Tanggul Sungai Batang Tumayo Jebol, Ratusan Warga Agam Terdampak Banjir - Sumbar19.com | Mewartakan Dari Penjuru 19 Daerah
arrow_upward

Tanggul Sungai Batang Tumayo Jebol, Ratusan Warga Agam Terdampak Banjir

Minggu, 19 Juli 2026, 12.43 WIB


Tanggul Sungai Batang Tumayo di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, jebol. Luapan sungai merendam permukiman warga di Jorong Kubu dan Jorong Labuah

Agam, – Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Agam sejak Sabtu (18/7/2026) siang hingga malam mengakibatkan tanggul Sungai Batang Tumayo di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, jebol. Luapan sungai merendam permukiman warga di Jorong Kubu dan Jorong Labuah, menyebabkan ratusan warga terdampak dan harus dievakuasi ke lokasi yang lebih aman.

Koordinator Basarnas Agam, Atta Priono, mengatakan hujan deras menyebabkan debit Sungai Batang Tumayo meningkat drastis hingga meluap. Jebolnya tanggul membuat aliran air masuk ke kawasan permukiman dan menggenangi puluhan rumah warga.

"Laporan kami terima sekitar pukul 19.03 WIB. Setelah menerima informasi, tim Basarnas bersama BPBD, TNI, Polri, pemerintah nagari, dan relawan langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan evakuasi warga yang terjebak banjir," ujar Atta, Minggu (19/7/2026).

Tim gabungan mengevakuasi warga menggunakan peralatan evakuasi dan memastikan seluruh masyarakat yang berada di lokasi terdampak dapat dipindahkan ke tempat yang lebih aman. Sejumlah warga sempat mengungsi ke rumah kerabat maupun masjid terdekat untuk menghindari luapan air yang terus meningkat pada Sabtu malam.

Berdasarkan pendataan sementara BPBD Kabupaten Agam, sekitar 250 warga terdampak banjir akibat jebolnya tanggul tersebut. Beruntung, seiring surutnya genangan air pada Minggu pagi, sebagian besar warga telah kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan lumpur dan material yang terbawa banjir.

Atta memastikan bencana tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan berat pada rumah warga. Meski demikian, material lumpur yang mengendap di dalam rumah dan lingkungan permukiman masih menjadi pekerjaan yang harus diselesaikan masyarakat.

"Dalam kejadian ini dipastikan tidak ada korban jiwa. Saat ini aktivitas warga sudah mulai kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan sisa lumpur akibat banjir," katanya.

Menurut Atta, kebutuhan paling mendesak saat ini adalah bantuan sembako, perlengkapan bayi, alat-alat kebersihan, serta paket family kit bagi warga terdampak agar proses pemulihan pascabanjir dapat berjalan lebih cepat.

Ia juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi hujan lebat masih berpeluang terjadi di wilayah tersebut. Warga diminta tidak beraktivitas di sekitar bantaran sungai saat cuaca ekstrem serta segera melapor kepada petugas apabila terjadi kondisi darurat agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.

Sementara itu, tim gabungan masih melakukan pemantauan di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir susulan apabila hujan kembali mengguyur kawasan hulu. Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga terus berkoordinasi dalam upaya penanganan dampak banjir dan pendataan kebutuhan warga terdampak.(mb)