BAKTI UNAND 2026 Tanpa Kekerasan, 7.623 Mahasiswa Baru Disiapkan Jadi Agen Pembangunan - Sumbar19.com | Mewartakan Dari Penjuru 19 Daerah
arrow_upward

BAKTI UNAND 2026 Tanpa Kekerasan, 7.623 Mahasiswa Baru Disiapkan Jadi Agen Pembangunan

Senin, 10 Agustus 2026, 20.43 WIB

 

 Rektor Universitas Andalas Efa Yonnedi pasangkan almamater perwakilan mahasiswa baru pada rangkaian PKKMB yang dikemas dalam BAKTI UNAND 2026 di Auditorium UNAND, Senin (10/8/2026).

PADANG — Hari pertama di kampus bukan tentang perploncoan, bukan pula sekadar mengenal ruang kuliah. Di UNAND, 7.623 mahasiswa baru justru ditantang sejak awal untuk menyiapkan diri menjadi generasi yang berani mengambil peran dalam pembangunan bangsa.

Pesan itu mengemuka dalam Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) yang dikemas melalui Bimbingan Aktivitas Kampus dalam Tradisi Ilmiah (BAKTI) UNAND 2026) di Auditorium UNAND, Senin (10/8/2026).

Rektor Universitas Andalas (UNAND) Efa Yonnedi mengatakan BAKTI bukan sekadar memperkenalkan gedung, fasilitas, aturan maupun kehidupan akademik. Lebih penting, kegiatan tersebut menjadi momentum menumbuhkan kesadaran mahasiswa bahwa mereka kini memasuki fase penting untuk menentukan masa depan.

“Intinya untuk menstimulasi agar mereka punya kesadaran bersama bahwa sekarang eranya mereka. Mereka adalah agen pembangunan,” ujar Efa.

UNAND Tegas: Tak Ada Ospek dan Kekerasan

Efa memastikan proses pengenalan kehidupan kampus di UNAND berlangsung edukatif, positif dan bebas dari kekerasan.

Ia bahkan menegaskan UNAND tidak mengenal istilah ospek yang identik dengan perploncoan maupun tindakan kekerasan terhadap mahasiswa baru.

“Tidak ada istilahnya ospek dan kekerasan selama proses pengenalan kampus. Kalau ada, itu kita proses secara hukum,” tegasnya.

Menurut Efa, pengalaman pertama mahasiswa di kampus harus menjadi pengalaman yang membangun. Karena itu, BAKTI diarahkan untuk menumbuhkan kreativitas, keberanian, tanggung jawab, kemampuan bekerja sama dan karakter.

Kuliah Jangan Cuma Mengejar IPK

Di hadapan mahasiswa baru, Efa juga mengingatkan agar masa kuliah tidak hanya dihabiskan untuk mengejar indeks prestasi kumulatif (IPK).

Sejak semester pertama, mahasiswa diminta mulai membangun bekal menghadapi dunia kerja dan kehidupan setelah lulus.

Bahasa Inggris, kompetisi, organisasi, kepemimpinan hingga pengalaman magang harus mulai dipersiapkan.

“Jadikan masa kuliah sebagai kesempatan untuk membangun diri sebaik-baiknya. Tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan bahasa, pengalaman berkompetisi, kemampuan bekerja sama dan kepemimpinan,” pesannya.

Menurutnya, dunia setelah kampus membutuhkan lebih dari sekadar ijazah. Mahasiswa harus memiliki kemampuan untuk beradaptasi, berkompetisi dan bekerja bersama orang lain.

Kajati Sumbar Tanamkan Antikorupsi

Tak hanya membekali mahasiswa dengan wawasan kehidupan akademik, BAKTI UNAND 2026 juga menjadi ruang untuk membangun karakter dan integritas.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Barat, Dedie Tri Hariyadi, SH, MH, memberikan pembekalan antikorupsi melalui materi “Tindak Pidana Korupsi, Solusi Pencegahan dan Peran Mahasiswa.”

Dedie menegaskan, pemberantasan korupsi bukan hanya pekerjaan aparat penegak hukum. Mahasiswa sebagai generasi muda juga memiliki peran penting dalam membangun budaya antikorupsi.

“Pencegahan tindak pidana korupsi tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi juga merupakan tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.

Ia menekankan pendidikan antikorupsi perlu ditanamkan sejak dini, mulai dari sekolah hingga perguruan tinggi.

Kejujuran, moral, etika dan integritas harus menjadi fondasi mahasiswa sebelum nantinya memasuki dunia profesional maupun menjadi pemimpin.

Efa menilai pembekalan tersebut sangat penting karena mahasiswa yang kini berada di bangku kuliah merupakan calon pemimpin masa depan.

“Mereka ini calon pemimpin masa depan. Karena itu, sejak dini perlu ditanamkan pendidikan antikorupsi,” katanya.

7.623 Mahasiswa, Satu Tantangan

BAKTI UNAND 2026 diikuti 7.623 mahasiswa baru, terdiri dari 3.859 mahasiswa pada Batch I dan 3.764 mahasiswa pada Batch II.

Jumlah tersebut bukan sekadar angka. Mereka merupakan generasi baru UNAND yang dalam beberapa tahun ke depan akan memasuki dunia profesional, pemerintahan, industri, pendidikan hingga berbagai bidang kehidupan masyarakat.

Karena itu, UNAND ingin mahasiswa tidak hanya keluar dengan membawa ijazah, tetapi juga kompetensi, pengalaman, karakter dan integritas.

Pesannya jelas: masuk kampus sebagai mahasiswa baru, tetapi keluar nanti harus siap menjadi manusia yang mampu memberi dampak.

Sebab, bagi UNAND, kampus bukan sekadar tempat mengejar gelar. Kampus adalah tempat menyiapkan generasi yang berani berpikir, berani berkompetisi, berintegritas dan berani mengambil peran sebagai agen pembangunan bangsa.(bs)