Kapal TB Simponi Terbakar di Perairan Padang, Satu ABK Tewas, 9 Selamat - Sumbar19.com | Mewartakan Dari Penjuru 19 Daerah
arrow_upward

Kapal TB Simponi Terbakar di Perairan Padang, Satu ABK Tewas, 9 Selamat

Jumat, 14 Agustus 2026, 13.27 WIB
Tim SAR gabungan  membawa korban kapal TB Simponi yang terbakar di di perairan Kota Padang, Jumat (14/8/2026) pagi dievakuasi menuju Dermaga Muara Padang.

PADANG, — Kebakaran melanda kapal TB Simponi di perairan Kota Padang, Jumat (14/8/2026) pagi. Api yang berkobar di kamar mesin membuat nakhoda kapal meminta bantuan evakuasi. Dari 10 orang yang berada di kapal, sembilan berhasil selamat, sementara satu ABK meninggal dunia.

Kapal TB Simponi diketahui berlayar dari Sibolga menuju Tarahan, Lampung. Peristiwa terjadi sekitar pukul 08.22 WIB di koordinat 0°53'09.00"S - 100°01'08.00"T.

Informasi kebakaran diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Padang dari VTS Teluk Bayur sekitar pukul 09.17 WIB. Saat itu, api dilaporkan muncul dari kamar mesin kapal.

Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, mengatakan setelah menerima laporan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan VTS dan mengerahkan RIB 02 menuju lokasi.

"Begitu menerima informasi, kami langsung berkoordinasi dengan VTS untuk memastikan kondisi kapal dan menyiapkan proses evakuasi. RIB 02 kemudian diberangkatkan menuju lokasi dengan lima personel," kata Abdul Malik.

Tim RIB 02 berangkat sekitar pukul 09.32 WIB dan tiba di lokasi pada pukul 10.10 WIB. Setelah berkoordinasi dengan nakhoda TB Simponi, tim langsung melakukan evakuasi terhadap empat orang, terdiri dari tiga orang yang selamat dan satu korban meninggal dunia.

Sementara enam orang lainnya tetap berada di atas TB Simponi karena direncanakan dilakukan proses towing terhadap kapal tersebut.

Korban meninggal dunia diketahui bernama M. Jay (31), yang bertugas sebagai masinis 2.

Sementara delapan kru lainnya yang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat antara lain nakhoda Abdul Kodir Jailani (37), mualim 2 M. Erlangga Junior (23), mualim 1 M. Andika Anugrah (32), KKM Nawir (32), masinis 3 Leo Heru (41), AB1 Baring Usman Daeng Salasa (39), AB2 Muhsugar (20), AB3 M. Nasir (68), serta oliman Yuswar (21).

Namun, data operasi mencatat sembilan orang selamat dan satu meninggal dunia dari total 10 orang di atas kapal.

Tim SAR kemudian membawa korban yang dievakuasi menuju Dermaga Muara Padang. Sekitar pukul 11.55 WIB, tim tiba di dermaga dan korban kemudian dibawa menggunakan ambulans Mentawai Fast menuju Rumah Sakit Bhayangkara Padang.

"Evakuasi berjalan dengan aman. Setelah korban dibawa ke darat dan mendapatkan penanganan lebih lanjut, dilakukan debriefing dan seluruh unsur yang terlibat kembali ke kesatuan masing-masing," ujar Abdul Malik.

Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, di antaranya Kantor SAR Padang, Polairud Polda Sumbar, Kodaeral II Padang, Hubla Sumbar, KSOP, VTS Teluk Bayur, KPLP Padang, Brimob Polda Sumbar, KKP Teluk Bayur dan Mentawai Fast.

Sejumlah peralatan dikerahkan dalam operasi tersebut, termasuk RIB 02, Rescue Car, peralatan medis, evakuasi dan komunikasi.

Saat operasi berlangsung, kondisi cuaca dilaporkan cerah berawan dengan kecepatan angin sekitar 7 knot dari arah barat dan tinggi gelombang berkisar 0,5 hingga 1 meter.

Setelah proses evakuasi selesai, pada pukul 12.10 WIB dilakukan debriefing. Dengan seluruh proses SAR dinyatakan selesai, Kantor SAR Padang mengusulkan penutupan operasi SAR.