Pesan Rektor UNAND: Masuk Kampus Bukan Garis Akhir, Tapi Start Baru Menuju Masa Depan - Sumbar19.com | Mewartakan Dari Penjuru 19 Daerah
arrow_upward

Pesan Rektor UNAND: Masuk Kampus Bukan Garis Akhir, Tapi Start Baru Menuju Masa Depan

Senin, 10 Agustus 2026, 13.56 WIB
Rektor UNAND, Efa Yonnedi, Ph.D, saat menyampaikan pesan kepada mahasiswa baru dalam PKKMB Batch I yang dibingkai melalui rangkaian BAKTI UNAND 2026, di Auditorium UNAND, Senin (10/8).

PADANG, — Memasuki Universitas Andalas (UNAND) bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal perjalanan baru untuk merancang masa depan. 

Pesan tegas itu disampaikan Rektor UNAND, Efa Yonnedi, Ph.D, saat menyambut mahasiswa baru dalam Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Batch I yang dibingkai melalui rangkaian Bimbingan Aktivitas Kampus dalam Tradisi Ilmiah (BAKTI) UNAND 2026, di Auditorium UNAND, Senin (10/8).

Di hadapan mahasiswa baru, Efa mengingatkan bahwa keberhasilan selama menjalani pendidikan di UNAND tidak cukup hanya mengandalkan nilai akademik. Mahasiswa harus membangun kecerdasan, pengalaman, kepemimpinan, daya saing global sekaligus karakter yang kuat.

“Masuk ke UNAND bukanlah garis akhir, melainkan garis start baru menuju masa depan yang harus Saudara rancang sejak hari ini,” pesan Efa dalam sambutannya.

Untuk itu, Rektor UNAND memperkenalkan tujuh pilar yang diharapkan menjadi kompas mahasiswa selama menjalani masa kuliah.

Pilar pertama adalah fondasi akademik yang kokoh. Mahasiswa diminta mengejar prestasi akademik terbaik karena IPK tidak hanya mencerminkan angka, tetapi juga kedisiplinan, tanggung jawab dan kesungguhan dalam belajar. Prestasi akademik juga menjadi pintu menuju beasiswa, pertukaran mahasiswa hingga kesempatan kerja.

Pilar kedua adalah daya saing global. Mahasiswa diminta mulai belajar bahasa Inggris sejak semester pertama. Menurut Efa, kemampuan bahasa asing menjadi kunci untuk mengakses pengetahuan global, mengikuti program internasional dan menghadapi persaingan dunia kerja.

Selanjutnya, mahasiswa didorong membangun ketangguhan melalui kompetisi. Mengikuti berbagai lomba, baik tingkat nasional maupun internasional, dinilai mampu mengasah keberanian, daya juang dan kemampuan berpikir kritis.

Pilar keempat adalah pengalaman dunia nyata melalui kegiatan magang dan mobilitas pertukaran mahasiswa, baik di dalam maupun luar negeri. Pengalaman tersebut diyakini dapat memperluas wawasan, membangun jejaring serta membentuk kemampuan beradaptasi dengan dunia kerja.

Tidak kalah penting, mahasiswa juga diminta memperdalam keilmuan melalui kegiatan mentoring, termasuk menjadi asisten laboratorium maupun asisten dosen. Pengalaman itu disebut bukan sekadar aktivitas tambahan, tetapi kesempatan untuk memperdalam ilmu, melatih tanggung jawab dan membangun karakter profesional.

Pilar keenam menyangkut kepemimpinan dan kecerdasan sosial. Efa mendorong mahasiswa aktif dalam organisasi maupun komunitas. Sebab, menurutnya, ruang kelas membentuk kecerdasan intelektual, sementara organisasi menjadi ruang untuk belajar bekerja sama, mengelola konflik dan menggerakkan orang lain menuju tujuan bersama.

Sementara pilar ketujuh adalah kedewasaan digital.

Di tengah derasnya arus informasi media sosial, mahasiswa diminta tidak gegabah berkomentar maupun menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya.

“Biasakan menelusuri sumber, memahami konteks, dan berpikir sebelum menulis atau membagikan sesuatu,” pesan Efa.

Menurutnya, ketujuh pilar tersebut tidak dapat berdiri sendiri. Prestasi akademik harus berjalan beriringan dengan kemampuan berorganisasi, pengalaman internasional, kemampuan bahasa asing dan karakter.

Ia menegaskan, karier yang unggul harus ditopang karakter yang kokoh. Sebaliknya, karakter yang kuat akan mengantarkan seseorang menuju karier yang bermartabat.

Efa juga mengingatkan mahasiswa baru bahwa perjalanan empat tahun di kampus tidak selalu mudah. Akan ada tantangan, kelelahan bahkan keraguan. Namun, setiap tantangan harus dipandang sebagai kesempatan untuk tumbuh menjadi pribadi yang unggul secara akademik, tangguh secara profesional dan bijaksana dalam bersikap.

“Keberhasilan itu pada akhirnya ada di tangan kalian sendiri, yaitu pada keberanian untuk memulai, konsistensi untuk bertahan, dan keikhlasan untuk terus belajar,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Efa berpesan agar mahasiswa baru UNAND tidak hanya mengejar kesuksesan pribadi, tetapi juga mampu memberikan dampak bagi bangsa dan masyarakat.

“Jadilah generasi UNAND yang tumbuh berakar kuat, dan kelak menjulang memberi dampak bagi bangsa dan masyarakat,” pesannya.(bs)