Pulang Sekolah Mandi di Batang Arau, 4 Remaja Terseret Arus: Tiga Selamat, Satu Hilang - Sumbar19.com | Mewartakan Dari Penjuru 19 Daerah
arrow_upward

Pulang Sekolah Mandi di Batang Arau, 4 Remaja Terseret Arus: Tiga Selamat, Satu Hilang

Sabtu, 15 Agustus 2026, 18.11 WIB
Pencarian korban hanyut terseret arus  Sungai Batang Arau, Kota Padang,memasuki hari kedua pada Sabtu pagi.

PADANG, — Niat empat remaja menghabiskan waktu dengan mandi-mandi di Sungai Batang Arau, Kota Padang, sepulang sekolah justru berujung petaka. Tiga berhasil diselamatkan, namun seorang remaja berusia 15 tahun masih hilang setelah terseret arus sungai.

Peristiwa itu terjadi di kawasan Kecamatan Padang Selatan, Jumat (14/8/2026) sekitar pukul 17.30 WIB.

Keempat remaja tersebut awalnya mandi bersama teman-temannya. Tak lama berselang, warga melihat mereka terseret arus. Pertolongan pun dilakukan dan tiga remaja berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

Ketiganya yakni Orlen Ananta Purnama Gulo (12), Rivaldo Laia (13), dan Mai Putra Jaya Zega (13).

Namun, keberuntungan belum berpihak kepada Josua Perkasa (15). Ia terseret arus dan hingga Sabtu (15/8/2026) belum ditemukan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Padang, Abdul Malik, mengatakan pencarian Josua memasuki hari kedua pada Sabtu pagi.

"Mulai pukul 07.30 WIB, pencarian kami bagi menjadi tiga SRU untuk memperluas penyisiran dari lokasi kejadian hingga ke arah muara," kata Abdul Malik.

SRU pertama menyisir menggunakan LCR dari lokasi kejadian menuju titik A sejauh sekitar satu kilometer. SRU kedua melanjutkan penyisiran dari titik A menuju titik B dengan jarak sekitar satu kilometer.

Sementara SRU ketiga menyisir bagian kiri dan kanan sungai dari lokasi kejadian hingga muara dengan radius sekitar dua kilometer.

Pencarian melibatkan berbagai unsur, terdiri dari lima personel Kantor SAR Padang, lima personel Polairud Polda Sumbar, delapan personel BPBD Kota Padang, lima personel Damkar Kota Padang, empat personel PMI dan sekitar 20 warga.

Tim juga mengerahkan Rescue Car Double Cabin, LCR dan mesin penggerak, peralatan SAR air, medis serta komunikasi.

Namun, air sungai yang keruh membuat proses pencarian tidak mudah. Kondisi tersebut menyulitkan petugas ketika melakukan pencarian di sepanjang aliran sungai.

"Kami terus mengoptimalkan pencarian dan memperluas area penyisiran. Semua unsur dan peralatan yang ada kami kerahkan untuk menemukan korban," ujar Abdul Malik.

Hingga operasi SAR H2, Josua masih berstatus dalam pencarian (DP). Tim SAR bersama seluruh unsur terkait masih berupaya menemukan korban.(bs)